Studi Ungkap Korupsi Pemerintah Tingkatkan Depresi Masyarakat
Sebuah studi terbaru mengungkap hubungan erat antara kesehatan mental masyarakat dan tingkat korupsi yang dirasakan di pemerintahan.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi masyarakat terhadap korupsi pemerintah, semakin tinggi pula gejala depresi yang dialami.
>>> Pemprov Sulsel Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Hingga Juni 2026
Studi berjudul "The influence of perceived government corruption on depressive symptoms with social status as a moderator" ini menganalisis data dari lebih dari 8.500 responden dewasa di China.
Para peneliti menggunakan data survei nasional untuk memahami bagaimana pandangan terhadap korupsi memengaruhi kesehatan mental, serta peran status sosial dalam hubungan tersebut.
Korupsi Picu Rasa Tidak Berdaya
Menurut peneliti, korupsi dapat mengurangi kepercayaan terhadap institusi publik dan menimbulkan rasa ketidakadilan.
Hal ini menciptakan perasaan tidak berdaya dalam menghadapi sistem sosial, yang berpotensi meningkatkan tekanan psikologis dan memperburuk kesejahteraan mental.
>>> Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Group
Penelitian juga menemukan bahwa status sosial berperan sebagai moderator dalam hubungan tersebut.
Individu dengan status sosial lebih rendah cenderung lebih rentan mengalami depresi saat merasa pemerintah korup.
Kelompok ini umumnya memiliki sumber daya ekonomi, akses, dan jaringan sosial yang terbatas untuk melindungi diri dari dampak negatif korupsi.
Para peneliti menyimpulkan bahwa dampak korupsi tidak hanya bersifat ekonomi dan politik, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental masyarakat.
>>> PT Aneka Tambang Tbk Ubah Susunan Direksi dan Komisaris Baru
Upaya pemberantasan korupsi berpotensi memberikan manfaat lebih luas, seperti menciptakan rasa keadilan, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendukung kesejahteraan psikologis, terutama bagi kelompok status sosial rendah.
Update Terbaru
DPR Mulai Bahas RUU Indonesia Financial Center pada Juli 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:46 WIB
Khutbah Jumat, 12 Juni 2026: Menyambut 1 Muharram 1448 H di Penghujung Zulhijah
Kamis / 11-06-2026, 10:46 WIB
PT Multi Makmur Lemindo Tbk Gelar RUPS Bahas Ganti Nama dan Rights Issue
Kamis / 11-06-2026, 10:46 WIB
UBS Sekuritas Indonesia Naikkan Target Harga Saham BRPT Jadi Rp2.700
Kamis / 11-06-2026, 10:46 WIB
Lulusan Jurusan Ini Terancam AI, Nomor 2 Banyak Diburu Anak Muda
Kamis / 11-06-2026, 10:44 WIB
Harga Buyback Emas Antam 11 Juni 2026 Anjlok Jadi Rp2.395.000 Per Gram
Kamis / 11-06-2026, 10:44 WIB
PT Esa Medika Mandiri Perkuat Jaringan Distribusi dan Manufaktur Alat Kesehatan
Kamis / 11-06-2026, 10:44 WIB
Apakah Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan (2026) Bakal Lanjut Season 2?
Kamis / 11-06-2026, 10:43 WIB
Daftar Rating Program TV Nasional per Kamis, 11 Juni 2026 Dikuasai Sinetron dan Acara Hiburan
Kamis / 11-06-2026, 10:41 WIB
Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan AS
Kamis / 11-06-2026, 10:41 WIB
BIGBANG Umumkan Tur Dunia Peringati 20 Tahun Debut
Kamis / 11-06-2026, 10:41 WIB
BBQ Ride 2026 Hadirkan Konsep Ruang Terbuka Hijau di Bandung
Kamis / 11-06-2026, 10:41 WIB
DPLK Syariah Muamalat Catat Pertumbuhan Aset Rp2 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 10:40 WIB
Proyek EuroWorm Petakan Genom Cacing Laut Eropa untuk Cegah Kepunahan
Kamis / 11-06-2026, 10:40 WIB






