Investor Diminta Tak Buru-Buru Sikapi Negatif Kebijakan Ekspor Danantara
Karena itu, implementasi kebijakan tidak serta-merta berlaku seragam kepada seluruh pelaku usaha.
Dari sisi investor, perhatian terbesar saat ini tertuju pada potensi dampak kebijakan terhadap margin keuntungan emiten komoditas.
Pasar menilai perubahan tata kelola ekspor berpotensi memengaruhi struktur biaya maupun harga jual yang diterima perusahaan.
Meski demikian, Piter menilai kekhawatiran tersebut tetap perlu ditempatkan secara proporsional.
Menurutnya, harga komoditas internasional tetap menjadi acuan utama sehingga ruang penetapan margin tidak dapat dilakukan secara sepihak maupun tanpa batas.
“Investor wajar mencermati risiko margin. Tetapi frasa tingkat kewajaran juga penting.
Pemerintah tentu perlu menjaga agar mekanisme baru ini tidak menimbulkan distorsi berlebihan terhadap pelaku usaha yang selama ini sudah patuh,” ujarnya.
Pemerintah juga memberikan masa transisi yang cukup panjang sebelum implementasi penuh dilakukan.
Meskipun PP tersebut mulai berlaku sejak 1 Juni 2026, pelaksanaan ekspor melalui BUMN Ekspor baru diwajibkan paling lambat pada 31 Desember 2026.
Selama masa transisi tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama serta peninjauan berkala terhadap efektivitas kebijakan.
Hasil evaluasi bahkan dapat menjadi dasar perubahan tenggat waktu pelaksanaan apabila ditemukan hambatan di lapangan.
Aturan ini juga memberikan kepastian bagi kontrak-kontrak lama yang telah ditandatangani sebelum 1 Juni 2026.
Kontrak yang masih berlaku tidak otomatis dibatalkan dan tetap dapat dijalankan sesuai kesepakatan yang ada.
Danantara sebelumnya juga menegaskan bahwa kontrak yang telah berjalan tetap dihormati sepanjang tidak ditemukan praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya.
Piter menilai dampak akhir kebijakan baru akan benar-benar terlihat setelah aturan teknis diterbitkan oleh kementerian dan lembaga terkait.
Update Terbaru
AS Dukung Hak Pakistan untuk Bela Diri Setelah Serangan Udara di Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Restoran Apung The Dive di Danau Winnipesaukee Ludes Terbakar
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Jay-Z dan Beyoncé Bergoyang di Konser Lauryn Hill di Hamptons
Minggu / 26-07-2026, 22:14 WIB
Rekaman 911 Ungkap Momen Mencekam Sebelum Influencer dan Suami Ditemukan Tewas
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Eks Timnas U-19 Fatchu Rochman Resmi Perkuat Kendal Tornado FC
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kemenangan Perdana Port FC di Piala Presiden 2026 Jadi Modal Berharga
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Pelatih Toiran Ungkap Fisik Pemain Jadi Penyebab Timnas Voli Gagal di SEA V Cup 2026
Minggu / 26-07-2026, 22:07 WIB
Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz Usai Tabrak Ranjau Laut
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Ayu Ting Ting Sukses Goyang Penonton dengan Alamat Palsu
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
GROTESQQQUE Jadi 'Makanan Penutup' Sutradara Berkat Kebebasan Kreatif dari CloverWorks
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Capcom Sebut Remake Resident Evil Sama Pentingnya dengan Game Utama
Minggu / 26-07-2026, 22:00 WIB
Pratu Galuh Gugur dalam Operasi Pengejaran Bandar Narkoba di Bireuen
Minggu / 26-07-2026, 21:59 WIB
Perbandingan One Piece dan Naruto: 16 Alasan Penggemar Tak Sepakat
Minggu / 26-07-2026, 21:57 WIB
Miyamoto: Gamer Kini Pilih Pengalaman Unik, Bukan Sekadar Spesifikasi Konsol
Minggu / 26-07-2026, 21:56 WIB







