Investor Diminta Tak Buru-Buru Sikapi Negatif Kebijakan Ekspor Danantara
Kebijakan pemerintah yang menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai perantara ekspor komoditas sumber daya alam strategis memunculkan beragam respons dari pelaku pasar.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai dunia usaha dan investor tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan negatif sebelum aturan teknis kebijakan tersebut diterbitkan secara lengkap.
>>> Liga Universitas 2026 Kampanyekan Perdamaian dan Kesehatan Mental
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 menjadi dasar pembentukan tata kelola baru ekspor komoditas strategis nasional.
Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup komoditas batubara, kelapa sawit, dan ferro alloy atau paduan besi yang memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara dan devisa ekspor Indonesia.
Melalui regulasi tersebut, ekspor komoditas strategis akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ekspor yang merujuk pada DSI.
Kehadiran DSI kemudian memicu kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang menilai perusahaan negara tersebut berpotensi mengambil alih aktivitas ekspor yang selama ini dijalankan oleh perusahaan swasta.
Namun, Pengamat Ekonomi Prasasti Center Piter Abdullah menilai kekhawatiran tersebut masih terlalu dini.
Menurutnya, substansi aturan yang ada saat ini belum menunjukkan adanya pengambilalihan penuh kegiatan ekspor oleh pemerintah maupun DSI.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lebih tepat dipahami sebagai upaya memperkuat tata kelola ekspor nasional agar manfaat ekonomi yang diterima negara menjadi lebih optimal.
Pemerintah juga dinilai berupaya meningkatkan transparansi dan pengawasan terhadap aktivitas ekspor komoditas strategis.
“Pasar tidak perlu langsung membaca aturan ini sebagai perubahan ekstrem. Kalau dilihat secara utuh, masih ada masa transisi, mekanisme evaluasi, dan ruang pengecualian bagi pelaku usaha tertentu.
Tata kelola ekspor juga tidak seperti yang dikhawatirkan dan kita layak menunggu detail dari regulasinya seperti juklak dan juknisnya,” kata Piter.
Update Terbaru
Bengkel Dolland Motor Electric Dorong Pengembangan Motor Konversi
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
Korea Selatan vs Republik Ceko Buka Grup A Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
Keluarga Ungkap Penyebab Haji Bolot Dirawat di RS
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
Fenomena 'Home Bias' dan Depresiasi Ekstrem Rupiah
Kamis / 11-06-2026, 10:37 WIB
10 Negara dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 10:36 WIB
Jayamas Medica Industri Bagikan Dividen Tunai Rp 110,4 Miliar
Kamis / 11-06-2026, 10:36 WIB
Kementerian Haji Siagakan Layanan Kesehatan Jemaah di Madinah
Kamis / 11-06-2026, 10:36 WIB
Iran Ancam Hentikan Laga Piala Dunia 2026 Jika Ada Atribut Tak Resmi di Stadion
Kamis / 11-06-2026, 10:33 WIB
FIFA Siapkan Tiga Seremoni Pembukaan Terpisah untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:33 WIB
Presiden FIFA Minta Publik Tenang Sikapi Persoalan Visa Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:33 WIB
Toby Fox Umumkan Deltarune Chapter 5, Chapter 6 Mulai Diproduksi
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB
Bengkel Dolland Motor Electric Dorong Pengembangan Ekosistem Motor Listrik Konversi
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB
Nadeo Argawinata Catat Menit Bermain Terbanyak di Super League 2025-2026
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB
Harga Emas Antam Per Gram Turun Rp 24.000 pada 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 10:32 WIB






