Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu reaksi keras setelah menyatakan dirinya menyukai inflasi.

Pernyataan itu disampaikan saat merespons data indeks harga konsumen yang mencapai rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir sebesar 4,2 persen.

>>> Makna Spiritual dan Doa Melempar Jumrah saat Ibadah Haji

Pernyataan kontroversial tersebut dilontarkan di Ruang Oval, Washington, pada Rabu (10/6/2026). Trump menjawab pertanyaan jurnalis mengenai kekhawatiran masyarakat terkait peningkatan biaya hidup.

"Anda tahu apa yang saya sukai? Saya suka inflasi," ujar Trump seperti dilansir dari Investor Daily.

Trump berargumen bahwa tingkat inflasi akan merosot tajam setelah konflik antara AS dengan Iran berakhir.

Ia mengklaim pihak militer secara rutin mengambil jutaan barel minyak milik Iran serta melumpuhkan kapal tanker negara tersebut tanpa terdeteksi radar.

"Kami mengambil jutaan barel minyak setiap malam," klaim Trump.

>>> OPPO Reno 16 Versi Global Gunakan Chipset Berbeda dengan Rilisan Tiongkok

Pernyataan mengenai pengambilan minyak itu segera mendapat respons dari pejabat pemerintahannya sendiri.

Menteri Energi AS Chris Wright menjelaskan bahwa militer AS hanya membantu pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz demi kelancaran lalu lintas komoditas minyak.

Kondisi ekonomi ini langsung memicu kritik tajam dari kubu oposisi politik menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada November mendatang.

Gubernur Illinois JB Pritzker menulis, "Masyarakat kesulitan memberi makan keluarga mereka. Perjuangan kalian hanyalah lelucon bagi dia."

Meskipun tingkat inflasi tahunan mencapai 4,2 persen, data inflasi inti yang mengecualikan sektor pangan dan energi berada di posisi 2,9 persen.

>>> Cara Cek Penerima PIP Juni 2026 dan Aktivasi Rekening Online

Angka tersebut tetap sesuai dengan proyeksi para pakar ekonomi.