Orang-orang dengan kecerdasan tinggi memiliki satu kebiasaan utama yang membedakan mereka: kemampuan berpikir terbuka secara aktif.

Temuan ini berasal dari penelitian tahun 1997 yang diterbitkan dalam Journal of Educational Psychology oleh psikolog Keith Stanovich dan Richard West.

>>> 6 Pemain Bintang Berstatus Bebas Transfer di Musim Panas 2026

Pemikiran terbuka aktif berarti seseorang tidak langsung percaya pada pendapat pribadi atau informasi pertama yang diterima.

Mereka terbiasa memeriksa bukti, mempertimbangkan sudut pandang lain, dan bersedia mengubah pendapat jika menemukan fakta baru yang lebih kuat.

Orang dengan pola pikir ini cenderung lebih rasional dalam mengambil keputusan, lebih baik dalam memecahkan masalah, dan tidak mudah terjebak bias pribadi atau informasi menyesatkan.

Selama tiga dekade terakhir, temuan tersebut telah direplikasi secara konsisten di berbagai populasi dan metodologi.

Tinjauan komprehensif tahun 2023 di Journal of Intelligence mengonfirmasi bahwa hubungan antara disposisi kognitif dan kemampuan intelektual ini masih sangat kuat.

Psikolog menyebut banyak orang menggambarkan diri mereka sebagai intelektual tetapi lambat berkomitmen pada pendapat. Mereka juga cenderung ragu-ragu dan tidak nyaman dengan kecepatan orang lain dalam mencapai kesimpulan.

"Kecerdasan bukan hanya soal nilai akademis tinggi atau kemampuan menghafal. Kemampuan mempertanyakan keyakinan sendiri justru menjadi salah satu tanda terpenting kecerdasan modern.

>>> Jadwal Semifinal AFF U19 11 Juni 2026: Indonesia Tantang Australia

Kebanyakan orang ingin terlihat benar, orang yang sangat cerdas justru ingin mengetahui apa yang benar," tulis salah satu analisis terkait penelitian tersebut.

Bagaimana Kebiasaan Ini Meningkatkan Kecerdasan

Para ahli menekankan bahwa pemikiran terbuka aktif bukan berarti mudah terpengaruh atau tidak punya pendirian.