Sebaliknya, kebiasaan ini membantu seseorang membangun pandangan yang lebih matang karena didasarkan pada bukti dan logika, bukan emosi semata.

Ini bukan hanya kecerdasan yang mengekspresikan diri melalui perilaku, melainkan kebiasaan berpikir yang memperkuat kemampuan kognitif yang sudah dimiliki.

Perbedaan ini penting karena pemikiran terbuka aktif dapat diamati dan dibangun secara sengaja.

Sebuah meta-analisis tahun 2023 dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa rasa ingin tahu intelektual menunjukkan korelasi positif paling kuat dan konsisten dengan kecerdasan terukur, lebih kuat daripada aspek kepribadian lain.

Pemikiran aktif dan terbuka digambarkan sebagai perilaku sehari-hari, yaitu keterbukaan terhadap pengalaman yang diterjemahkan ke dalam praktik.

>>> BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI untuk Tahun Ajaran 2027

Penelitian ini kembali ramai dibahas karena dianggap relevan dengan kondisi masyarakat modern, di mana kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan penting untuk menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat.