Laba Bersih BULL Diproyeksi Alami Percepatan Pertumbuhan
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) diproyeksi mengalami percepatan pertumbuhan laba bersih mulai kuartal II-2026. Target harga saham emiten pelayaran ini pun ikut naik.
Sepanjang kuartal I-2026, BULL membukukan laba bersih US$ 14 juta. Angka itu melonjak 141,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> BPJPH Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,38 Triliun untuk 2027
Meski tumbuh signifikan, realisasi laba bersih awal tahun masih di bawah ekspektasi pasar.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey dan Naura Reyhan Muchlis, mencatat capaian itu baru sekitar 12% dari proyeksi setahun penuh 2026.
Penyebabnya adalah jeda penyelesaian tarif pengiriman kapal Aframax.
Namun, margin laba kotor perusahaan naik pesat menjadi 42% pada kuartal I-2026, dari 28,2% pada kuartal I-2025.
Kenaikan margin dipicu reduksi ongkos pelabuhan untuk jalur pelayaran jarak jauh menuju Timur Tengah.
Manajemen juga mengonfirmasi rata-rata pendapatan setara sewa kapal (TCE) hingga kuartal II-2026 tumbuh lebih dari dua kali lipat dibanding kuartal sebelumnya.
>>> Mengenal Pulau Ndana, Titik Paling Selatan Indonesia di Rote Ndao
Koreksi harga saham BULL yang sempat terjadi dinilai membuka peluang akumulasi.
Pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026), saham BULL melonjak 13,7% ke level Rp 348 per lembar.
Manajemen berkomitmen melipatgandakan jumlah armada kapal tangki dibanding akhir 2025. Sejumlah kapal yang sudah direncanakan diperkirakan mulai berkontribusi pada kuartal III-2026.
Analis menilai hal itu sebagai pelaksanaan rencana yang sudah ada, bukan katalis baru.
Potensi pertumbuhan jangka menengah juga didukung proyek FPSO dan FSRU LNG yang belum masuk dalam skenario dasar riset.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 550. Potensi kenaikan mencapai 58% dari level penutupan Rp 348.
>>> Lonjakan Harga Batu Bara Global Ancam Sektor Industri Nasional
Risiko yang perlu diperhatikan investor meliputi normalisasi tarif kapal tanker global, ketergantungan pada pelanggan Uni Emirat Arab, dan risiko kontrak baru proyek FPSO dan FSRU.
Update Terbaru
3 Cara Mengecek Smartwatch Anti Air Sebelum Membeli
Minggu / 26-07-2026, 09:11 WIB
Ryan Gosling Resmi Jadi Ghost Rider di MCU, Film 2028 Disutradarai Shawn Levy
Minggu / 26-07-2026, 09:06 WIB
Black Panther 3 Rilis 2028, Black Panther Baru Bukan T'Challa
Minggu / 26-07-2026, 09:06 WIB
Yankees Kalahkan Phillies 3-1 Berkat Pitching Kuat dan Kesalahan Lawan
Minggu / 26-07-2026, 09:01 WIB
Colorado Rockies Kalahkan Milwaukee Brewers 5-2 di Laga Pembuka Seri
Minggu / 26-07-2026, 09:01 WIB
Penyerang Inter Miami German Berterame Cedera Usai Benturan Keras di Laga MLS
Minggu / 26-07-2026, 09:01 WIB
Orioles Hadapi Dilema Roster Terkait Pemain Muda yang Bermasalah
Minggu / 26-07-2026, 09:00 WIB
VW Touareg Selamat dari Serangan Rudal, Masih Bisa Jalan
Minggu / 26-07-2026, 09:00 WIB
Panduan Cek PIP Melalui SIPINTAR Kemendikdasmen, Begini Cara Melihat Status Penerima
Minggu / 26-07-2026, 09:00 WIB
Sulingjar 2026 Berlangsung hingga 17 Agustus, Berikut Cara Login dan Mengisi Kuesioner
Minggu / 26-07-2026, 09:00 WIB
Preview Killer Peter Chapter 145 Setelah Chapter 144, Apa yang Akan Terjadi?
Minggu / 26-07-2026, 09:00 WIB
Mode Serius! Killer Peter Chapter 144 Masih Fresh, Bahasa Indonesia!
Minggu / 26-07-2026, 09:00 WIB
Tractor Supply Tutup 75 Toko Petsense di Seluruh AS
Minggu / 26-07-2026, 08:57 WIB
Faunaland Cibubur Resmi Dibuka, Harga Tiket Mulai Rp85 Ribu
Minggu / 26-07-2026, 08:57 WIB







