Lonjakan Harga Batu Bara Global Ancam Sektor Industri Nasional
Kenaikan harga batu bara termal di pasar global berpotensi menambah tekanan terhadap sektor industri nasional yang masih bergantung pada batu bara sebagai sumber energi utama.
Kontrak berjangka batu bara Newcastle Australia untuk pengiriman Juni 2026 naik 2,4% menjadi US$152,25 per ton pada Senin (9/6/2026).
>>> Trump Kecam Iran karena Tunda Negosiasi, Ancaman Konsekuensi Mengemuka
Level tersebut menjadi yang tertinggi untuk kontrak bulan depan sejak akhir 2023.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bakhtiar mengatakan, tren kenaikan harga batu bara dalam beberapa bulan terakhir dipicu oleh meningkatnya permintaan dari negara-negara Asia yang tidak diimbangi pasokan global.
Menurutnya, gangguan produksi di sejumlah negara eksportir turut memperketat pasokan dan mendorong harga terus bergerak naik.
"Dalam beberapa bulan ke depan harga ini akan potensi berlanjut tetapi volatilitas tetap besar," ujar Bisman kepada Bisnis, Rabu (10/6/2026).
Kenaikan harga batu bara tersebut langsung berdampak terhadap industri dalam negeri yang masih menggunakan batu bara sebagai sumber energi utama.
Beban biaya produksi diperkirakan meningkat sehingga menggerus profitabilitas perusahaan.
Bisman menyebut, sektor yang paling rentan terdampak antara lain industri semen, smelter mineral, serta industri pupuk yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap energi berbasis batu bara.
"Tentu langsung meningkatkan biaya produksi sehingga menekan margin usaha. Industri semen, smelter mineral, dan pupuk termasuk yang paling terdampak," katanya.
Tekanan terhadap industri semakin besar karena terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha menghadapi tekanan biaya dari dua sisi sekaligus.
Menurut Bisman, mayoritas transaksi energi dan bahan baku industri masih menggunakan mata uang dolar AS sehingga depresiasi rupiah memperbesar biaya yang harus ditanggung perusahaan.
Update Terbaru
Arsene Wenger Yakin Kylian Mbappe Akan Bersinar di Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 20:16 WIB
Polri Ajak Masyarakat Nobar Piala Dunia 2026 di Kantor Polisi
Rabu / 10-06-2026, 20:16 WIB
KPK Belum Jadwalkan Pemanggilan Raffi Ahmad Terkait Kasus Bea Cukai
Rabu / 10-06-2026, 20:16 WIB
Pemerintah Revisi UU UMKM untuk Perkuat Perlindungan dan Daya Saing
Rabu / 10-06-2026, 20:09 WIB
Indo Premier Dorong Literasi Finansial dan AI bagi Generasi Muda
Rabu / 10-06-2026, 20:09 WIB
Revitalisasi Sekolah Kemendikdasmen Dongkrak Minat Calon Siswa Baru
Rabu / 10-06-2026, 20:09 WIB
Pemerintah Dorong Kenaikan Harga TBS Sawit 10 Persen pada 2026
Rabu / 10-06-2026, 20:08 WIB
Review Drama: Teach You a Lesson, Drama Korea Terbaik Paruh Pertama 2026
Rabu / 10-06-2026, 20:06 WIB
Bintang Timnas Indonesia Bagikan Kabar Bahagia Percintaan Sepanjang 2026
Rabu / 10-06-2026, 20:06 WIB
Samsung Health Perbarui Fitur Kesehatan dengan Kecerdasan Buatan
Rabu / 10-06-2026, 20:04 WIB
Perbankan Syariah Optimistis Pembiayaan Emas Tetap Tumbuh Positif
Rabu / 10-06-2026, 20:01 WIB
Reliance dan Meta Bangun Pusat Data 168 MW di Gujarat
Rabu / 10-06-2026, 19:56 WIB
Portugal Uji Coba Lawan Nigeria untuk Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 19:56 WIB
Konflik AS-Iran Memanas, Pasar Saham Global Tertekan
Rabu / 10-06-2026, 19:56 WIB






