>>> Ketidakpastian Regulasi MLFF dan Truk ODOL Ganggu Ekosistem Bisnis Jalan Tol

"Karena mereka transaksi energi dan bahan baku rata-rata masih pake dolar," sebutnya.

Meski Indonesia merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di dunia, Bisman berpendapat, industri domestik tetap rentan terhadap fluktuasi harga global.

Pasalnya, harga batu bara nasional masih sangat dipengaruhi mekanisme pasar internasional, sementara Indonesia belum menjadi penentu harga.

Dia juga menyampaikan, tata kelola pasokan energi domestik masih menjadi tantangan. Menurutnya, kebutuhan industri nasional kerap harus bersaing dengan pasar ekspor yang menawarkan harga lebih tinggi.

"Mekanisme pengamanan pasokan dan harga energi untuk industri juga belum konsisten," tambahnya.

Lebih lanjut, Bisman memperingatkan bahwa tingginya biaya energi dalam periode panjang dapat berdampak pada utilisasi pabrik dan investasi sektor manufaktur.

Ketidakpastian biaya operasional berpotensi membuat investor menunda ekspansi usaha.

Kondisi tersebut menurutnya dapat memengaruhi target pertumbuhan industri manufaktur nasional pada 2026 hingga 2027 apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.

Oleh karena itu, Bisman mendorong pemerintah memperkuat upaya mitigasi dengan menjamin pasokan energi domestik yang stabil.

Selain itu, diperlukan kebijakan yang berimbang antara kepentingan industri pengguna energi dan investasi di sektor energi.

>>> Seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Resmi Dibuka Lewat Portal SSCASN

"Dalam jangka menengah, perlu mendorong percepatan diversifikasi sumber energi," kata Bisman.