Faktor penurunan permintaan hilir yang melemah memberikan dampak signifikan bagi pasar, meskipun angka konsumsi global berada sedikit di atas 100 juta barel per hari.

Kilang milik negara China telah memangkas tingkat pengolahan hingga rekor terendah, sementara ekspor bahan bakar dibatasi ketat di bawah regulasi masa perang demi menjaga stabilitas domestik.

Akselerasi peralihan ke kendaraan listrik ikut mempercepat penurunan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

>>> Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bogor

"Sistem transportasi China secara struktural menjadi lebih fleksibel dibandingkan saat terjadi guncangan minyak sebelumnya," kata Emma Li, analis pasar utama China di Vortexa.

Emma Li menambahkan bahwa adopsi kendaraan listrik (EV) yang berjalan cepat telah berkontribusi pada penurunan permintaan bahan bakar sekitar 1 juta barel per hari pada kuartal ini.

Namun, beberapa pengamat menilai bahwa penurunan tingkat permintaan minyak tersebut kemungkinan besar tidak akan berjalan permanen.

"Mereka sedang membangun cadangan minyak strategis, sekarang mereka telah berhenti membangun, mereka melepaskan sebagian dari cadangan mereka.

Mereka telah mengurangi produksi kilang mereka, sehingga menghasilkan lebih sedikit produk," kata Menteri Energi AS Chris Wright di Washington pada Selasa.

Wright menegaskan situasi tersebut merupakan respons terhadap krisis dan bukan perubahan yang permanen.

Cadangan strategis China hingga kini menjadi rahasia yang dijaga ketat oleh pemerintah setempat.

Target jangka panjang dan penggunaan fasilitas penyimpanan bawah tanah yang luas membuat proyeksi volume cadangan riil sulit dipastikan secara transparan.

Para pelaku pasar global sejauh ini bergantung pada citra satelit dan perkiraan pihak ketiga untuk menganalisis data tersebut.

Berdasarkan analisis perusahaan Kpler, kilang-kilang di China kian bergantung pada pasokan komersial internal daripada melakukan impor baru, meskipun Beijing terus menambah cadangan strategis selama perang berlangsung.

"Kita tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan penggunaan sebagian cadangan minyak negara," kata Sumit Ritolia, analis utama untuk pasokan dan pemodelan penyulingan di Kpler.

Ritolia menambahkan bahwa cadangan bawah tanah yang kurang terlihat kemungkinan telah dipakai untuk mengisi kembali fasilitas penyimpanan di permukaan yang memasok minyak ke pasar langsung.

Kilang minyak negara China diprediksi kembali melakukan pembelian di pasar internasional setelah volume cadangan domestik mereka berkurang drastis.

>>> Kementerian UMKM Siapkan Sanksi Tegas untuk Marketplace Pelanggar Aturan

"Butuh otorisasi pemerintah, tergantung pada pandangan Beijing tentang Hormuz, sebelum pembelian dalam jumlah besar kembali dilakukan," kata Jianan Sun, analis di Energy Aspects yang berbasis di London.