>>> Kenaikan Suku Bunga dan Harga Pertamax Tekan Daya Beli Kelas Menengah

Saat ini OJK memantau masih ada tujuh emiten dalam periode pelaksanaan buyback tanpa RUPS dengan estimasi nilai mencapai Rp5,76 triliun.

Di sisi lain, pasar keuangan domestik juga mendapat sentimen positif dari kenaikan BI Rate menjadi 5,5 persen pada Selasa (9/6/2026).

Hal ini memicu penguatan rupiah dan rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa OJK terus bekerja sama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mencermati situasi pasar.

"Kami dalam konteks KSSK, konsepnya sama dengan sangat erat, BI, Kemenku, OJK, LPS, untuk bersama-sama mencermati situasi saat ini.

Namun kalau kita lihat, hari ini market sudah rebound," kata Friderica.

Kondisi tekanan pasar global sebelumnya sempat membuat bursa saham di beberapa negara lain melemah drastis.

"Kemarin di Korea sampai trading halt karena sudah 8,5 persen lebih mereka turun, dan juga bursa-bursa lainnya.

Tapi di kita kemarin juga cukup dalam turunnya, tapi hari ini alhamdulillah rebound," beber Friderica.

OJK menegaskan fasilitas buyback tanpa RUPS ini menjadi instrumen penopang yang mempercepat pemulihan harga saham saat pasar tertekan.

>>> Menkes: Layanan BPJS Setara untuk Semua Peserta, Tak Pandang Iuran

"Dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor sudah disampaikan, dan kita melihat juga upaya untuk buyback saham tanpa RUPS sudah mulai ada untuk dilakukan," tandas Friderica.