Sejumlah pengusaha ekspedisi dan logistik di Indonesia dilaporkan gencar melakukan investasi pada kendaraan niaga jenis truk wing box.

Langkah ini diambil demi efisiensi operasional karena model bodi tersebut mampu mempercepat proses bongkar muat barang secara signifikan.

>>> Lima Tersangka Dugaan Pesta Sesama Jenis di Karawang Ditangkap, Terancam Hukuman hingga 9 Tahun

Tren peningkatan minat terhadap armada model sayap ini dipengaruhi oleh kebutuhan mobilitas tinggi di sektor industri.

Rangka luar atau karoseri tersebut berfungsi sebagai wadah muatan yang dirancang agar sesuai dengan jenis barang, menjaga keamanan, sekaligus memenuhi standar keselamatan berkendara.

Keunggulan Truk Wing Box

Sales & Marketing Dept.

Head Karoseri MTU, Sandy Riadi menjelaskan bahwa model kendaraan ini kian populer dan terus dilirik oleh para pelaku usaha dalam beberapa tahun terakhir.

"Wing box ini sekarang sedang trend di Indonesia. Banyak pemain ekspedisi atau logistik mulai investasi untuk produk wing box ini," kata Sandy Riadi.

>>> FIFA Bantu Suporter Iran Dapatkan Tiket Piala Dunia 2026

Mobilitas yang cepat menjadi keunggulan utama mengingat jenis kendaraan kargo tertutup ini memiliki sisi kiri dan kanan yang dapat diangkat ke atas menggunakan sistem hidrolik.

Akses penuh dari tiga sisi sekaligus membuat truk wing box sangat cocok untuk operasional pabrik atau gudang yang tidak memiliki fasilitas penunjang khusus.

"Saat unit itu masuk langsung diangkut lewat wing box. Jadi tidak perlu lagi menggunakan dock belakang," kata Sandy Riadi.

Fleksibilitas ini memangkas waktu tunggu armada saat memindahkan material dari dalam kendaraan. Desain tersebut meminimalkan ketergantungan pada pintu bongkar muat konvensional di area pergudangan.

"Wing box lebih memudahkan untuk handling atau moving barang-barang yang ada di dalam truk. Jadi tidak perlu dari belakang.

>>> Kemenhut Catat Kerugian Kejahatan Hutan Capai Rp 120 Triliun per Tahun

Mereka cukup buka sayapnya saja atau buka drop set bawahnya tanpa perlu harus pakai dock," kata Sandy Riadi.