Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyambut positif kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku pada Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, lonjakan harga BBM ini menjadi momentum yang tepat untuk mendorong warga Jakarta beralih ke transportasi umum.

>>> Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Turun Jadi US$ 227,6 Miliar

"Apalagi dengan kenaikan BBM ini, maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar," ujar Pramono di Menteng, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Kompas.

Komitmen Pemprov DKI Tingkatkan Pengguna Angkutan Massal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah pengguna angkutan massal yang saat ini masih di bawah 30 persen.

Padahal, tingkat konektivitas transportasi publik di ibu kota sudah mencapai 93 persen.

Sebagai langkah konkret, Pemprov DKI menyediakan program angkutan gratis bagi 15 golongan masyarakat.

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Warga juga memiliki beragam pilihan moda penunjang seperti MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, hingga JakLingko.

"Sehingga dengan demikian, di Jakarta ini, hal yang berkaitan dengan transportasi umum sudah sangat baik. Pilihannya juga banyak," kata Pramono.

Pemprov DKI menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang angkutan umum sebesar 5 hingga 10 persen per tahun untuk menekan polusi dan kemacetan.

>>> China Siapkan Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Global

Upaya ini diperkuat dengan Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi publik setiap hari Rabu.