Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Turun Jadi US$ 227,6 Miliar
Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kewajiban neto Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia turun menjadi US$ 227,6 miliar pada kuartal I 2026.
Angka ini menurun dari posisi US$ 273,4 miliar pada akhir kuartal IV 2025.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan tersebut dipicu oleh merosotnya posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih signifikan dibandingkan penurunan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).
Posisi AFLN Indonesia pada akhir triwulan I 2026 tercatat sebesar US$ 556,7 miliar, turun 0,4% secara kuartalan dari US$ 559,1 miliar pada kuartal sebelumnya.
Penyusutan AFLN terutama disebabkan oleh berkurangnya cadangan devisa, sejalan dengan kebutuhan valuta asing untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Faktor lain yang memengaruhi adalah pelemahan harga aset dan penguatan dolar AS terhadap mata uang negara penempatan aset.
Meski demikian, investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya tetap mencatat kenaikan posisi aset.
Sementara itu, KFLN Indonesia tercatat sebesar US$ 784,3 miliar pada akhir kuartal I 2026, turun 5,8% secara kuartalan dari US$ 832,6 miliar.
Bank sentral menyatakan penurunan KFLN bersumber dari pelemahan nilai instrumen keuangan domestik.
>>> China Siapkan Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Global
Namun, investasi langsung tetap membukukan surplus, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga.
Penurunan juga terjadi pada posisi investasi portofolio dan investasi lainnya akibat pelunasan surat utang sektor swasta dan pinjaman luar negeri yang jatuh tempo.
Faktor pelemahan harga saham dan penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang global turut berpengaruh.
BI menilai perkembangan PII Indonesia pada kuartal I 2026 masih kokoh dalam mendukung ketahanan eksternal nasional.
Rasio PII terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 15,5% dari 18,9% pada triwulan sebelumnya.
Struktur kewajiban PII Indonesia didominasi instrumen jangka panjang dengan porsi 92,5%, terutama dalam bentuk investasi langsung.
Ke depan, BI berkomitmen memantau dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi kinerja PII.
>>> KABAR DUKA! Kim Yoon Seol Kontestan Sing Again 4 pada 7 Juni 2026
Pihaknya juga akan memperkuat sinergi bauran kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas sektor eksternal dan memitigasi risiko.
Update Terbaru
Jadwal KRL Jogja Solo Minggu 26 Juli 2026 Lengkap, Cek Jam Keberangkatan dari Tugu hingga Palur
Minggu / 26-07-2026, 06:51 WIB
Amiibo Splatoon Raiders: Detail Luar Biasa pada Figur Shiver, Frye, dan Big Man
Minggu / 26-07-2026, 06:50 WIB
Casemiro Siap Debut untuk Inter Miami Lawan CF Montréal
Minggu / 26-07-2026, 06:50 WIB
Pentagon Dikecam karena Hapus Data Korban Perang Iran
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
FC Cincinnati Unggul Cepat atas Columbus Crew di Derby Hell is Real
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Azzi Fudd Cetak Sejarah, Juara Kontes Tiga Angka WNBA All-Star 2026
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Pura-pura Dibegal demi Klaim Asuransi, Pria di Jakbar Tusuk Tangannya Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 06:49 WIB
Phoenix Catat Rekor 117 Derajat di Tengah Peringatan Cuaca Ekstrem
Minggu / 26-07-2026, 06:48 WIB
Diduga Aniaya Anak Buah, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Punya Harta Rp1,9 Miliar
Minggu / 26-07-2026, 06:47 WIB
Dedi Mulyadi Balas Kritik Yusril: Sayembara Tangkap Begal Cegah Main Hakim Sendiri
Minggu / 26-07-2026, 06:47 WIB
5 Fitur Rahasia Free Fire yang Masih Efektif di 2026
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB
Build Loadout Terbaru Free Fire Juli 2026: Kombinasi Senjata dan Karakter Terbaik
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB
Bintang 'Below Deck' Natalya Scudder Ceritakan Kondisi Mengerikan di Pusat Penahanan AS
Minggu / 26-07-2026, 06:45 WIB
Gel Ajaib Ubah Sinar Matahari Jadi Air Minum, Akhirnya Kekeringan Teratasi?
Minggu / 26-07-2026, 06:44 WIB







