"Sementara saya masih sambil diskusi dengan Coach Nitya yang terbaik bagaimana. Karena memang terakhir-terakhir ini saya berangkat (mendampingi) tiga pasang ini terus.

>>> Molindo Alokasikan Capex Rp350 Miliar untuk Ekspansi Etanol

Jadi saya harus diskusi dan tak bisa ambil keputusan begitu saja," kata Karel Mainaky.

Secara khusus, Karel memberikan arahan kepada Lanny Tria Mayasari agar tetap menjaga motivasi di pelatnas.

Ia meminta sang pemain berfokus memperbaiki performa individu terlebih dahulu karena masih ada beberapa catatan kekurangan.

"Saya cuma berusaha untuk bilang ke dia, fokus untuk perkembangan diri dia sendiri, individu dulu.

Kan masih banyak kekurangan dia kayak kemarin yang menurut saya belum berubah," ujar Karel Mainaky.

Evaluasi nonteknis menjadi salah satu poin krusial yang ditekankan kepada Lanny sebelum melangkah ke tahapan program berikutnya.

"Saya bilang, kamu harus lewati itu dulu, baru kita bisa ke tahap berikutnya, kayak nonteknis cuma tak bisa saya katakan," ujar Karel Mainaky.

Meskipun ada dinamika psikologis dan pertanyaan dari sang pemain mengenai kebijakan ini, Lanny dinilai menunjukkan sikap yang cukup dewasa.

"Menerima tapi kadang-kadang namanya manusia, pasti ada bertanya juga ya, kok... pasti ada, kita tak bisa pungkiri.

Cuma sampai saat ini dia berusaha menerima (keputusan)," katanya Karel Mainaky.

Mengenai kesiapan program secara umum, PBSI menekankan bahwa konsistensi performa pada poin-poin penting menjadi evaluasi utama yang harus dipenuhi oleh ketiga pasangan prioritas.

"Sebenarnya kalau bicara cukup teknis dan nonteknis di poin-poin penting sudah termasuk konsisten, tapi bagi saya masih butuh banyak lah.

Ya otomatis kita butuh konsistennya," tegas Karel Mainaky.

Tim kepelatihan mengingatkan bahwa perjalanan mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade membutuhkan kestabilan prestasi di banyak turnamen, bukan sekadar memenangkan satu kompetisi saja.

>>> Struktur Tarif Angkutan Penyeberangan Tertinggal 83 Persen Akibat Rupiah Melemah

"Karena menuju Olimpiade bukan berarti menjadi sekali juara itu cukup," tegas Karel Mainaky.