Molindo Alokasikan Capex Rp350 Miliar untuk Ekspansi Etanol
PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) atau Molindo mengalokasikan belanja modal sebesar Rp350 miliar pada tahun 2026.
Dana tersebut digunakan untuk mendanai peningkatan kapasitas produksi etanol dan liquid CO2 di dalam negeri.
>>> Struktur Tarif Angkutan Penyeberangan Tertinggal 83 Persen Akibat Rupiah Melemah
Langkah investasi strategis ini diambil perseroan untuk menangkap peluang pertumbuhan permintaan bioetanol.
Hal ini seiring pemberlakuan program mandatori campuran bioetanol 5 persen (E5) yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026.
Kapasitas produksi etanol berbasis molase ditargetkan meningkat menjadi 100 juta liter per tahun dari kapasitas awal 80 juta liter per tahun.
Pengoperasian fasilitas baru akan dilakukan bertahap hingga September 2027.
Alokasi dana investasi ditujukan untuk membangun fasilitas distilasi baru, lini produksi liquid CO2, boiler, dan peralatan pendukung lainnya.
Perseroan juga memperkuat pengembangan produk etanol dengan spesifikasi premium untuk meningkatkan efisiensi manufaktur.
Direktur MOLI Jose G. Tan menyatakan bahwa sumber pendanaan berasal dari perbankan dan kas internal.
Ia menilai tren permintaan etanol berkualitas tinggi masih positif di pasar domestik, khususnya dari sektor kosmetik, parfum, dan farmasi.
>>> Asosiasi Ojol Desak Relaksasi Utang Bank dan Subsidi Motor Listrik
Penunjukan Molindo untuk memasok bioetanol di Jawa Timur kepada Pertamina menjadi katalis pertumbuhan baru.
Potensi kebutuhan fuel-grade ethanol nasional diproyeksikan mencapai 1,2 juta kiloliter pada 2030 saat regulasi meningkat menjadi E10 pada 2028.
Perseroan saat ini memiliki kapasitas terpasang fuel-grade ethanol sebesar 10 juta liter per tahun.
Sebanyak 4 juta liter telah diserap industri, sehingga tersisa 6 juta liter kapasitas bebas untuk mendukung program nasional.
Meskipun performa industri dibayangi pelemahan harga etanol global dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah, perseroan tetap memproyeksikan target performa stabil sepanjang 2026.
Jose optimistis mencapai kinerja seperti 2025 meski harus mencermati faktor eksternal seperti El Nino dan kenaikan harga bahan baku.
Sepanjang 2025, penjualan bersih Molindo mencapai Rp1,49 triliun, tumbuh 7,6 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp1,39 triliun.
Laba kotor meningkat 40,5 persen menjadi Rp435,81 miliar, dan laba bersih melonjak 424,5 persen menjadi Rp93,11 miliar.
>>> Muhammad Rafdi Marajabessy Pilih Jadi Kuli Bangunan Meski Anak Wakil Wali Kota Tidore
Atas capaian tahun buku 2025, Molindo berencana membagikan dividen senilai Rp20 miliar kepada pemegang saham.
Update Terbaru
Kementerian PU Targetkan Regulasi Baru SPM Jalan Tol Rampung 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB
Stok Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Seluruh Kanal Resmi
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB
IP Expo Indonesia 2026 Tumbuh 40 Persen, Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB
Harga Minyak WTI Turun ke US$ 88,13 Akibat Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Rabu / 10-06-2026, 16:05 WIB
Niat dan Keutamaan Puasa Tasua serta Asyura 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:04 WIB
YLKI Desak Transparansi Formula Perhitungan Harga Pertamax
Rabu / 10-06-2026, 16:04 WIB
Restoran di India Wajib Ganti Rugi dan Beri 10 Porsi Biryani Gratis Akibat Lalat dalam Makanan
Rabu / 10-06-2026, 16:00 WIB
Kenaikan BI Rate ke 5,50% Berpotensi Jadi Sentimen Baru Pasar Saham
Rabu / 10-06-2026, 16:00 WIB
Bank Indonesia Luncurkan Kebijakan Baru Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
Rabu / 10-06-2026, 16:00 WIB
Veda Ega Pratama Finis Keempat di Moto3 GP Prancis 2026
Rabu / 10-06-2026, 15:56 WIB
Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Rabu / 10-06-2026, 15:55 WIB
Bartomeu Buka Suara soal Alokasi Dana Penjualan Neymar
Rabu / 10-06-2026, 15:55 WIB
Manchester United Rilis Jadwal Pramusim 2026, Hadapi Atletico hingga PSG
Rabu / 10-06-2026, 15:53 WIB
Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.940 per Dolar AS, Didorong Sentimen Positif
Rabu / 10-06-2026, 15:53 WIB






