Muhammad Rafdi Marajabessy Pilih Jadi Kuli Bangunan Meski Anak Wakil Wali Kota Tidore

Nama Muhammad Rafdi Marajabessy mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah kisah hidupnya tersebar luas. Perhatian publik tertuju pada pilihannya bekerja sebagai kuli bangunan, meski berasal dari keluarga pejabat daerah.

Rafdi diketahui merupakan putra Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen. Fakta tersebut membuat banyak warganet terkejut karena ia tidak mengambil jalan yang dianggap lebih mudah berkat posisi sang ayah.

Dalam unggahan yang beredar di media sosial pada 8 Juni 2026, Rafdi disebut telah terbiasa bekerja di proyek bangunan sejak masih bersekolah. Aktivitas itu dijalani bukan karena kebutuhan ekonomi keluarga.

Menurut penjelasan yang beredar, keputusan tersebut lahir dari keinginannya untuk belajar hidup mandiri dan membangun pengalaman kerja dengan usahanya sendiri.

"Keputusannya itu bukan karena tuntutan ekonomi, melainkan karena ia ingin belajar mandiri dan tidak bergantung pada jabatan maupun nama besar orang tuanya," demikian keterangan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

>>> DJP Temukan 93 Ribu Wajib Pajak Indikasi Penghindaran Pajak Berkedok UMKM

Sejumlah foto turut memperlihatkan Rafdi saat berada di lokasi proyek. Dalam salah satu potret, ia tampak mengangkut gerobak berisi semen saat proses pembangunan berlangsung.

Kisah tersebut kemudian memancing beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Banyak yang memberikan apresiasi atas pilihan hidup yang diambil Rafdi.

"Keren sih prinsipnya, tapi beneran harus jadi kuli banget, nggak apa gitu misalnya pegawai IndoApril," tulis akun @iskadianti.

"Mau dong nikah sama dia, soalnya kata bapakku kita gak bakal kelaparan kalau sama lelaki pekerja keras," komentar akun @elssahun.

Sementara itu, akun @fajarsidiq_ig menuliskan, "Dia keren karena passion, gaji buat beli rokok, tabungan dia banyak darii bapaknya."

Terlepas dari beragam respons yang muncul, sosok Muhammad Rafdi Marajabessy kini menjadi perhatian publik karena memilih menempuh jalannya sendiri di tengah latar belakang keluarganya yang dikenal luas.