Timnas Inggris memiliki komposisi pemain yang mewah menjelang Piala Dunia 2026.

Namun, mantan bek The Three Lions, Micah Richards, justru merasa kurang yakin mantan timnya tersebut mampu keluar sebagai juara.

>>> Meksiko dan Bali: Ikatan Budaya yang Terjalin Sejak 1930-an

Inggris kerap ditempatkan sebagai salah satu tim favorit di setiap gelaran Piala Dunia. Komposisi skuad saat ini dinilai mumpuni karena memadukan talenta muda berbakat dengan pemain veteran berpengalaman.

Langkah awal yang harus dilewati Inggris adalah menembus babak semifinal.

Sepanjang sejarah setelah menjadi juara pada 1966, negara tersebut baru dua kali mencapai semifinal, yaitu pada edisi 1990 dan 2018.

Ekspektasi besar dari publik selalu menjadi beban terberat bagi skuad Inggris. Tekanan ini lahir dari citra mentereng Premier League serta anggapan bahwa mereka adalah pencipta asli sepak bola.

Pendapat Micah Richards

Menatap Piala Dunia 2026, Micah Richards menilai peluang juara bagi Inggris tetap terbuka.

Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika seluruh pemain mampu menghadirkan aksi-aksi ajaib di atas lapangan.

>>> Mimpi Rumah Gen Z: Perlombaan Sengit Melawan Ketidakpastian Ekonomi

"Kalau melihat susunan starter kami, saya rasa kami punya peluang yang bagus. Tapi saya merasa semua orang harus mengerahkan permainan terbaik dari kemampuan mereka," ungkapnya dikutip Metro.

"Di tim lain, mungkin bisa menggendong seseorang. Kylian Mbappe mungkin tidak melakukan tugas saat tim tanpa bola.

Tapi saat menguasai bola, Anda tahu dia akan muncul dengan momen magis itu."

"Sementara Inggris, terlalu banyak pemain bermain di dalam cangkangnya. Jude Bellingham sudah pernah menunjukkan momen-momen besar itu, tapi siapa lagi?

Kami butuh lebih banyak pemain seperti itu, dengan sikap yang mengatakan 'inilah momen kita'."

"Saya akan selalu percaya diri Inggris mencapai semifinal, tapi mereka perlu di level terbaik untuk sampai final.

>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Ini Biaya Full Tank Xmax dan Forza

Kalau salah satu saja redup, tidak, rasanya trofi itu tak akan pulang ke rumah."