Meksiko dikenal sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Namun, di balik ajang olahraga tersebut, negara ini memiliki ikatan historis yang panjang dengan Pulau Dewata.

Hubungan itu bermula saat pelukis ternama asal Meksiko, Miguel Covarrubias, memutuskan tinggal di Bali pada 1930 hingga 1933.

>>> Mimpi Rumah Gen Z: Perlombaan Sengit Melawan Ketidakpastian Ekonomi

Selama menetap, ia melahirkan buku legendaris berjudul The Island of Bali yang terbit pada 1937.

Buku tersebut merangkum lukisan dan dokumentasi foto tentang kebudayaan lokal, yang kemudian melambungkan nama Bali di kancah internasional.

Diplomasi dan Kuliner

Ikatan bilateral ini diperkuat dengan kehadiran kantor konsulat kehormatan Meksiko di Bali. Kantor tersebut berlokasi di Puri Astina Putra Building, Jalan Prof. Moh.

Yamin No. 1A, Renon, Denpasar.

Konsulat berfungsi memberikan pelayanan administratif dan diplomatik bagi warga Meksiko, serta mendukung sektor bisnis dan pariwisata di Bali.

>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Ini Biaya Full Tank Xmax dan Forza

Jejak kuliner Meksiko pun tumbuh subur di Bali.

Wisatawan dapat menemukan hidangan khas di Lupine Mexican Bistro and Taqueria di Ubud, atau Motel Mexicola Bali di Seminyak.

Pilihan lain termasuk Taco Casa Bali yang menyajikan hidangan autentik porsi besar, serta Don Juan Bali Mexican Restaurant & Bar yang kasual.

Bagi yang mencari kombinasi makanan dan koktail, Lacalita Bar y Cocina menjadi opsi.

Seni Tari Bali di Meksiko

Di sisi lain, seni tari Bali seperti pendet, cendrawasih, dan legong berkembang pesat di Meksiko. Hal ini berkat peran aktif diaspora Indonesia dan komunitas lokal.

>>> Rencana Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk Perkuat Posisi Indonesia

Kelompok Grupo Tari Bali Mexico di bawah pimpinan Graciela López Herrera menjadi motor penggerak yang konsisten mempelajari dan mementaskan tarian serta gamelan Bali di festival internasional seperti Feria de las Culturas Amigas.