Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik ke Makkah dan Madinah. Momen ini merupakan perjalanan spiritual yang mengubah sudut pandang seseorang terhadap kehidupan dan hubungan dengan Allah SWT.

Setelah rangkaian manasik selesai, jamaah memasuki fase krusial: merawat nilai-nilai kemabruran agar tetap hidup setelah kembali ke tanah air.

>>> Square Enix Umumkan Final Fantasy Resonance, Game HD-2D Pertama di Seri Final Fantasy

Para ulama memandang kepulangan ini sebagai lembaran baru untuk memulai kehidupan yang lebih dekat kepada Allah.

Doa Perjalanan Pulang dari Tanah Suci

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca ketika pulang dari perjalanan jauh, termasuk haji. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan Abi Dawud.

Lafaz doa tersebut: "Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahū, lahul mulku wa lahul ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

Ā’ibūna tā’ibūna ‘ābidūna sājidūn, li rabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa’dahū wa naṣara ‘abdahū, wa hazama al-aḥzāba waḥdahū."

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian.

Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali, kami bertobat, kami beribadah, kami bersujud, dan kepada Tuhan kami, kami memuji.

Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan seluruh musuh dengan kekuasaan-Nya semata."

Syekh Badruddin Al-'Aini dalam Umdatul Qari menjelaskan bahwa doa ini menegaskan komitmen seorang Muslim untuk pulang membawa kualitas keimanan yang lebih baik.

Doa Memasuki Kampung Halaman

Saat kendaraan mendekati kota atau kampung halaman, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasik al-Hajj wa al-Umrah menganjurkan membaca doa: "Allāhumma innī as’aluka khairahā wa khaira ahlihā wa khaira mā fīhā."