Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke posisi 5.838,20 pada perdagangan Rabu (10/6/2026).

Penguatan ini didorong oleh lonjakan harga sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBNI, TPIA, dan BBCA.

>>> Menjelang Piala Dunia 2026, Analisis Prediksi Tim Juara Mulai Mengemuka

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.02 WIB, indeks mencatatkan penguatan sebesar 1,59 persen atau bertambah 91,55 poin.

Pergerakan IHSG pada awal sesi berada di area terendah 5.744,05 dan sempat menyentuh titik tertinggi pada posisi 5.842,08.

Aktivitas perdagangan memperlihatkan dominasi tren positif dengan 449 saham menguat, sementara 141 saham melemah, dan 136 saham tidak bergerak.

Kenaikan nilai saham-saham tersebut mendorong total nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik menyentuh angka Rp9.554,09 triliun.

Beberapa saham berkapitalisasi besar membukukan pertumbuhan signifikan, dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang melonjak 4,59 persen ke Rp3.420.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 4,44 persen menjadi Rp705, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang tumbuh 4,35 persen menuju Rp2.040.

>>> Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Rp17.926 pada 10 Juni 2026

Penguatan juga dialami oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar 3,40 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) senilai 2,64 persen, dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 2,44 persen.

Proyeksi dan Analisis Teknikal

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memaparkan bahwa pada perdagangan Selasa (9/6), IHSG ditutup melonjak tajam 7,57 persen.

Pertumbuhan tinggi tersebut dibarengi aksi pelepasan portofolio oleh pemodal internasional dengan nilai penjualan bersih mencapai kisaran Rp2,59 triliun.

"IHSG hari ini berpotensi menguji level support di 5.600.

Namun, jika indeks kuat bertahan di area tersebut, IHSG berpeluang melanjutkan tren kenaikan dengan target menuju rentang 5.800 hingga 6.000," ujar Fanny.

Melalui analisis teknikal tersebut, BNI Sekuritas menetapkan area batas bawah perdagangan berada pada rentang level 5.450 hingga 5.600.

>>> Bupati Luwu Buka Akademi MATAPPA untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten

Sementara itu, wilayah batas atas atau target resistansi indeks untuk hari ini diproyeksikan tertahan pada kisaran 5.800 sampai 5.950.