PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) berencana melakukan rights issue dengan nilai mencapai Rp27,65 triliun.

Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Juli 2026.

>>> Spanyol Kalahkan Peru 3-1, Oyarzabal Jadi False Nine

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 219.478.726.480 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 99,79 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Setiap pemilik 100 saham lama yang tercatat pada 14 September 2026 berhak atas 47.177 HMETD.

Setiap HMETD memberikan hak pembelian 1 saham baru dengan harga Rp126 per lembar.

Pihak Pengendali dan Rencana Bisnis Baru

Pihak pengendali, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), dipastikan mengambil bagian melalui inbreng.

>>> Lima Tips Memilih Toko Ban Resmi Terdekat Demi Keselamatan

IMR AH akan menyerahkan 10.780 saham seri A atau setara 49 persen saham PT Borneo Prima (BP) senilai Rp21,24 triliun.

Langkah ini diikuti rencana restrukturisasi bidang usaha FORU dari media dan percetakan menjadi perusahaan holding. Manajemen menilai industri pertambangan batu bara kokas lebih produktif dan menjanjikan.

Porsi publik dari HMETD ditargetkan mengumpulkan dana tunai maksimal Rp6,41 triliun. Dana tersebut akan digunakan sebagai pinjaman modal kerja operasional pertambangan untuk PT Borneo Prima.

PT Borneo Prima memiliki konsesi tambang batu bara seluas 15.000 hektare di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

>>> Krisis Biaya Hidup Paksa Mahasiswa di Inggris Kurangi Makan

Pada perdagangan 9 Juni 2026, harga saham FORU melonjak 21,78 persen ke Rp2.460 per lembar.