Krisis Biaya Hidup Paksa Mahasiswa di Inggris Kurangi Makan
Gambaran sulitnya ekonomi mahasiswa juga tertuang dalam laporan A Minimum Income Standard for Students hasil kolaborasi Higher Education Policy Institute (HEPI), TechnologyOne, dan Centre for Research in Social Policy Loughborough University.
Studi tersebut menghitung bahwa mahasiswa memerlukan dana sekitar £61.000 atau di atas Rp 1,4 miliar untuk memenuhi standar hidup layak selama tiga tahun kuliah di luar London.
Bagi yang kuliah di London, kebutuhan dana melonjak hingga £77.000 atau menembus Rp 1,8 miliar.
Tim peneliti menemukan mahasiswa tahun pertama rata-rata menghabiskan £418 per minggu untuk sewa akomodasi dan biaya hidup dasar.
>>> Timnas Spanyol Siap Bersaing di Fase Grup Piala Dunia 2026
Namun, bantuan pinjaman biaya hidup maksimal bagi keluarga kurang mampu di Inggris hanya sanggup menutup sekitar 50 persen dari total kebutuhan riil.
Laporan itu memproyeksikan mahasiswa harus bekerja di atas 20 jam per minggu dengan upah minimum nasional jika ingin hidup layak dengan skema bantuan pemerintah saat ini.
Para penulis laporan menilai ketimpangan akses pendidikan tinggi akan semakin melebar karena mahasiswa dari keluarga miskin menghadapi tembok finansial yang jauh lebih besar.
Desakan Revisi Skema Bantuan Finansial
Managing Director PfP Students, Eamonn Tierney, berpendapat bahwa tingginya biaya hidup memicu keraguan di kalangan anak muda tentang kelayakan melanjutkan studi ke bangku kuliah.
Ia mendesak pemerintah dan pihak universitas untuk merevisi skema bantuan finansial agar selaras dengan beban riil di lapangan.
"Jika kita menginginkan sistem pendidikan tinggi yang benar-benar dapat diakses semua orang, maka dukungan biaya hidup harus mencerminkan biaya hidup yang sebenarnya dan mempertimbangkan kondisi mahasiswa yang sangat beragam," ujar Tierney.
Update Terbaru
Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Rabu / 17-06-2026, 15:09 WIB
Penjualan Retail Mobil Mei 2026 Turun 5,3 Persen, Toyota Kokoh di Puncak
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Tamara Tyasmara Lega Vonis Yudha Arfandi Tetap 20 Tahun Penjara
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Airtel dan TNI AD Perluas Jaringan Seluler di Arunachal Pradesh
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Pemerintah Siapkan Stimulus Non-Tunai untuk Kelas Menengah Bawah
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
KKHI Makkah Pulangkan 142 Jemaah Haji Sakit Lewat Program Tanazul
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Suzuki Burgman Street 125 EX
Rabu / 17-06-2026, 15:08 WIB
Profil Nabila Zirus yang Jadi Sorotan Usai Isu Close Friend dengan Suami Orang lengkap: Umur, Agama dan IG
Rabu / 17-06-2026, 15:05 WIB
KAI Renovasi Stasiun Gambir untuk Layani KRL Commuter Line pada 2028
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
PT Brantas Abipraya Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
Kemenag Rumuskan Juknis KIP Kuliah 2026, Perluas Kriteria Penerima
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
Kemensos Sediakan Layanan Cek Desil Bansos Lewat Ponsel
Rabu / 17-06-2026, 15:04 WIB
SIM Digital Permudah Pengendara, Korlantas: Tak Perlu Khawatir Tertinggal Dokumen
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB
IMF: Ekonomi Global Bertahan dari Dampak Perang Timur Tengah
Rabu / 17-06-2026, 15:01 WIB






