Misi ilmiah musim pertama bersama Universitas Exeter ini berhasil mengungkap lebih dari 1.700 artefak.

Temuan di lokasi tersebut memperkuat posisi penting Al-Juhfah sebagai salah satu titik miqat utama pada jalur haji kuno dari Mesir menuju Makkah.

Benda yang ditemukan mencakup peralatan harian, enam tungku pembakaran tembikar, saluran air, hingga 13 batu nisan dari era Dinasti Umayyah dan Abbasiyah.

Sejumlah artefak diidentifikasi berasal dari wilayah luar seperti Syam, Mesir, hingga Ethiopia.

Struktur ini memperlihatkan keragaman asal-usul jamaah dan pedagang yang melintasi jalur tersebut selama berabad-abad.

Al-Juhfah merupakan miqat yang digunakan sejak masa awal Islam dan memiliki ikatan historis dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.

>>> KAI Angkut 21,56 Juta Ton Batu Bara hingga Mei 2026

Kawasan ini berkembang pesat pada abad kedua Hijriah dengan penyediaan fasilitas air, pasar, serta layanan bagi jamaah haji.