Prospek Harga Emas dan Perak Dinilai Masih Cerah
Prospek harga emas dan perak dinilai masih cerah meski kedua logam mulia tersebut sempat mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir.
Tingginya inflasi, lonjakan utang pemerintah, serta meningkatnya risiko di pasar obligasi global diperkirakan akan terus mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas dan perak.
>>> Harga BBM Pertamina di Jabodetabek Naik per 10 Juni 2026
Harga emas hari ini terlihat jatuh 0,87% ke level US$ 4.222,25 per ons troi saat berita ditulis.
Pada Selasa (9/6/2026), harga emas ditutup ambles 1,63% menjadi US$ 4.259,52 per ons troi.
Bahkan, sepanjang sesi perdagangan, harga emas sempat merosot lebih dari 2% dan menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026.
Konsolidasi Bukan Perubahan Tren
Managing Partner sekaligus Market Strategist Sprott Inc Paul Wong mengatakan, pelemahan harga emas yang terjadi sejak pertengahan Maret lebih mencerminkan fase konsolidasi daripada perubahan tren jangka panjang.
Menurut dia, bank sentral di berbagai negara, termasuk China, masih aktif menambah cadangan emas saat harga mengalami koreksi.
Kondisi ini menunjukkan permintaan struktural terhadap emas tetap kuat meskipun aliran dana keluar dari produk exchange traded fund (ETF) berbasis emas masih terjadi.
"Pergerakan harga emas saat ini lebih konsisten dengan fase konsolidasi dibandingkan pelemahan yang mengindikasikan perubahan tren," ujar Wong dalam riset terbarunya dikutip dari Kitco, Rabu (10/6/2026).
Tekanan di Pasar Obligasi
Di sisi lain, pasar obligasi global tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya inflasi dan membengkaknya utang pemerintah.
Imbal hasil obligasi di berbagai negara naik ke level tertinggi dalam hampir dua dekade sebelum akhirnya sedikit mereda.
Wong menjelaskan, investor kini menuntut premi risiko yang lebih tinggi karena khawatir terhadap meningkatnya pasokan obligasi pemerintah, tekanan inflasi yang bertahan lama, serta memburuknya kondisi fiskal sejumlah negara.
Update Terbaru
Kuota 8 Persen Haji Khusus Digugat ke MK, Asosiasi Respons
Sabtu / 25-07-2026, 22:43 WIB
Proyek Kloning Yak Tibet China Mulai Hasilkan Keturunan
Sabtu / 25-07-2026, 22:43 WIB
Thailand Hajar Laos 5-0, Geser Malaysia dari Puncak Klasemen Grup B
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB
Jennie BLACKPINK Kuasai Chart Global dengan 'Less than a Lover'
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB
Son Dong Pyo Tinggalkan DSP Media Setelah Kontrak Berakhir Agustus 2026
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB
NOWZ Siap Comeback Agustus dengan Single Digital Baru "Achilles"
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB
Annie ALLDAY PROJECT Selesaikan Kuliah di Columbia, Tampil di KMA 2026
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB
Insentif Semester II 2026: Bea Impor LPG dan Suku Cadang Pesawat 0%
Sabtu / 25-07-2026, 22:41 WIB
Konser ifeye di Bangkok 2026 Dibatalkan Mendadak
Sabtu / 25-07-2026, 22:41 WIB
Batman: Caped Crusader Season 2 Hadirkan Matthew Needham sebagai Joker
Sabtu / 25-07-2026, 22:41 WIB
Santiago Ponzinibbio Kembali ke UFC Abu Dhabi Setelah Setahun Absen
Sabtu / 25-07-2026, 22:36 WIB
RFK Jr Ingin Habiskan Rp80 Triliun untuk Studi Vaksin-Autisme
Sabtu / 25-07-2026, 22:36 WIB
Game Seperti Clair Obscur, Balatro, dan Peak Jadi Obat 'Ketakutan' Industri Game
Sabtu / 25-07-2026, 22:36 WIB
Steve Erceg Hadapi Ramazanbek Temirov di UFC Fight Night 282 Abu Dhabi
Sabtu / 25-07-2026, 22:36 WIB







