"Bisnis staycation Anda pada dasarnya hanya satu hingga dua malam, sedangkan sebelumnya pasar internasional mungkin datang selama satu minggu," kata Robinson.

Ia menambahkan, "Jika wisatawan menjauh pada bulan Juli, ketika sekolah tutup dan banyak keluarga pulang untuk liburan musim panas, tidak akan banyak orang yang ingin berlibur di dalam negeri."

Beberapa akomodasi seperti Burj Al Arab memilih tutup sementara untuk renovasi.

Penginapan di pusat kota mengalihkan fokus pada segmen perjalanan bisnis, sementara manajemen lain mengambil kebijakan pengurangan staf atau pemotongan upah.

Seorang karyawan hotel di Dubai yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami pemotongan gaji hingga 40 persen selama dan setelah konflik.

Upahnya baru kembali normal dalam beberapa pekan terakhir.

Kebijakan serupa terjadi di Abu Dhabi, di mana seorang pekerja sempat dirumahkan tanpa bayaran selama dua bulan sebelum dipanggil kembali.

Hingga saat ini, negosiasi untuk mengakhiri perselisihan telah berjalan dua bulan, namun aksi mogok sesekali masih terjadi.

>>> Apple Rilis Pembaruan Besar App Store di WWDC 2026

"Jika kita melihat adanya solusi dalam satu atau dua bulan ke depan, saya rasa wisatawan akan kembali lebih cepat dari yang diperkirakan semua orang," ujar karyawan tersebut.