Harga jual rata-rata CPO yang terjaga tinggi dan stabilitas produksi menjadi penopang profitabilitas.

Hingga akhir Maret 2026, DSNG mencatat pendapatan kuartal I Rp 2,88 triliun, naik 8% year on year.

Laba bersih mencapai Rp 430,43 miliar, naik 16,91% dari Rp 368,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Volume produksi tandan buah segar (TBS) tumbuh 2,7% year on year menjadi 492.000 ton per Maret 2026.

Produksi crude palm oil (CPO) juga naik 2,1% year on year mencapai 141.000 ton pada kuartal I 2026.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan performa keuangan DSNG secara umum solid.

Perseroan menunjukkan tata kelola, profitabilitas, efisiensi utang, dan komitmen ESG yang kokoh pada 2026.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 11 – 14 Juni 2026

Nafan memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham DSNG dengan target harga Rp 1.635 per saham. Ia menilai saham ini atraktif untuk investasi jangka panjang.