PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 498 miliar dari laba tahun buku 2025.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025.

>>> Ole Romeny Cetak Gol Tunggal, Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik di GBK

Investor akan menerima dividen Rp 47 per saham atau Rp 4.700 per lot.

Dengan harga saham DSNG di Rp 1.100 pada penutupan 9 Juni 2026, yield dividen mencapai 4,27%.

Pertumbuhan dividen ditopang laba bersih DSNG yang melonjak 60,2% menjadi Rp 1,8 triliun pada 2025.

Pendapatan perseroan mencapai Rp 12,3 triliun, tumbuh 21,7% year on year, dengan segmen kelapa sawit sebagai penyumbang utama 88%.

Strategi dan Prospek Bisnis DSNG

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan perseroan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan prudent. Fokusnya pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan penerapan prinsip GCG di seluruh segmen.

Perseroan juga berkomitmen memperkuat kinerja di sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan melalui praktik keberlanjutan.

Ke depan, DSNG akan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, penguatan operasional, dan pengelolaan risiko yang lebih baik.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, melihat prospek kinerja emiten CPO pada 2026 masih positif.

Dukungan harga CPO yang bertahan tinggi, potensi pemulihan produksi, dan permintaan ekspor yang kuat menjadi faktor utama.

>>> Timnas Cile Kalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 di Laga Uji Coba

Faktor penguat harga CPO global, program biodiesel domestik, dan pemulihan produksi menjadi sentimen positif. Sementara sentimen negatif meliputi kenaikan biaya operasional, ketidakpastian permintaan, dan risiko perubahan kebijakan ekspor.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai prospek bisnis DSNG hingga akhir 2026 masih positif.