PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan pendapatan sebesar Rp 12,3 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor kelapa sawit masih menjadi kontributor utama dengan porsi 88% terhadap total pendapatan bersih perseroan.

>>> Boiyen Doakan Anwar BAB Hadapi Kasus Hanania Travel

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan perseroan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan yang prudent.

Fokus utama meliputi peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan penerapan prinsip GCG di seluruh segmen.

Manajemen juga menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi dinamika pasar ke depan.

Perusahaan akan memperkokoh aktivitas di sektor kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan dengan praktik keberlanjutan yang konsisten.

"Ke depan, perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan operasional, budaya continuous improvement, serta pengelolaan risiko yang lebih baik," ujar Andrianto dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Tren pertumbuhan berlanjut hingga awal tahun buku baru. DSNG mengantongi pendapatan Rp 2,88 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 8% secara tahunan.

Laba bersih perusahaan hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp 430,43 miliar.

Jumlah ini melonjak 16,91% YoY dari Rp 368,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kinerja didukung kapasitas produksi yang mumpuni. Volume produksi tandan buah segar (TBS) tercatat 492.000 ton per Maret 2026, naik 2,7% YoY.

Kenaikan pasokan bahan baku turut mendorong volume produksi crude palm oil (CPO) DSNG. Produksi CPO naik 2,1% YoY menjadi 141.000 ton pada kuartal I 2026.

>>> Kenali Bahaya Unfamiliar Tasking yang Picu Kecelakaan Akibat Ganti Jenis Mobil

Prospek Positif hingga Akhir 2026

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai prospek DSNG hingga akhir 2026 masih cukup positif.