Kenali Bahaya Unfamiliar Tasking yang Picu Kecelakaan Akibat Ganti Jenis Mobil
Pilihan kendaraan yang semakin beragam membuat mobil manual, otomatis, hingga listrik murni (EV) semakin umum dijumpai.
Namun, mendadak mengemudikan jenis mobil yang berbeda tanpa adaptasi menyimpan potensi bahaya laten bagi keselamatan berkendara.
>>> BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan Indonesia
Salah satu pemicu kecelakaan di jalan raya adalah gangguan konsentrasi akibat ketidakbiasaan pengemudi terhadap kendaraan yang dibawa. Dalam dunia keselamatan berkendara, kondisi ini dikenal dengan istilah unfamiliar tasking.
"Unfamiliar tasking ini adalah salah satu distraksi juga," ujar Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
Jusri menjelaskan bahwa gangguan ini sering terjadi ketika seseorang dipaksa mengoperasikan jenis transmisi atau teknologi mobil yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari.
Karakteristik kendaraan yang berubah drastis otomatis memecah fokus pengemudi saat mobil melaju.
"Misalnya dia biasa bawa manual, tahu-tahu disuruh bawa matik yang tidak biasa, atau sebaliknya bawa matik tahu-tahu dia bawa manual," kata Jusri.
"Atau unfamiliar ini bisa saja mobil-mobil ICE yang dia biasa gunakan, tiba-tiba dia harus bawa pilihan mobil EV.
Itu mempunyai karakter berbeda," lanjutnya.
>>> Harga HP Vivo 9 Juni 2026 Stabil, Mulai Rp1 Jutaan
Setiap jenis kendaraan memiliki karakter respons mekanis yang tidak sama. Mobil listrik, misalnya, memiliki torsi instan yang sangat responsif dibanding mobil konvensional.
Selain itu, penempatan fitur, tuas transmisi, hingga sistem pengereman di mobil modern kini rata-rata sudah berbasis layar sentuh dan digital.
Ketidakbiasaan terhadap instrumen baru ini berpotensi memicu distraksi visual maupun motorik di dalam kabin.
Perhatian pengemudi justru teralih karena bingung mengoperasikan fitur baru, alih-alih fokus melihat situasi lalu lintas di depan.
Jusri mengingatkan bahwa mengemudi adalah pekerjaan berisiko tinggi yang membutuhkan konsentrasi penuh.
"Ketika seseorang melakukan sesuatu tugas, kemudian dia terganggu, itu akan memecahkan konsentrasinya.
>>> Komisi IX DPR Minta Pemerintah Kaji Mendalam Penyesuaian Iuran JKN PBI
Ketika dia tidak konsentrasi, maka fokusnya terhadap tugas-tugas pengemudinya akan blur dan otomatis ini membahayakan," kata Jusri.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







