Komisi IX DPR Minta Pemerintah Kaji Mendalam Penyesuaian Iuran JKN PBI
Komisi IX DPR RI meminta pemerintah melakukan kajian secara mendalam terhadap usulan penyesuaian iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mengatakan langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan JKN tanpa mengurangi perlindungan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.
>>> Luhut: Program Makan Bergizi Gratis Buka Banyak Lapangan Kerja Baru
Dalam rapat panitia kerja JKN, Felly menyebut DPR bersama pemerintah dan pemangku kepentingan telah sepakat memperkuat strategi pembiayaan JKN untuk jangka menengah dan panjang.
Menurut Felly, pembahasan pembiayaan JKN tidak hanya fokus pada penyesuaian iuran.
Pemerintah juga perlu memperkuat ketahanan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan, meningkatkan efisiensi program, dan mencari sumber pembiayaan alternatif.
"Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan, DJSN, BPJS Kesehatan dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan sepakat memperkuat sinergi untuk melanjutkan pembiayaan program JKN melalui perbaikan tata kelola, penguatan ketahanan DJS Kesehatan, serta penyusunan strategi pembiayaan jangka menengah dan panjang," ujar Felly.
Ia menegaskan setiap opsi kebijakan pembiayaan harus disusun hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
Pemerintah didorong mengedepankan peningkatan kepatuhan pembayaran iuran, validasi data peserta PBI, penguatan dukungan pusat dan daerah, serta pengembangan sumber pembiayaan alternatif yang tidak membebani masyarakat.
Selain aspek pembiayaan, Komisi IX DPR RI juga mendorong perluasan cakupan kepesertaan PBI.
>>> IPCM Siapkan Strategi Bisnis untuk Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan
Masih terdapat kelompok masyarakat rentan yang belum terlindungi secara optimal sehingga perlu masuk dalam skema bantuan iuran pemerintah.
"Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan, DJSN dan BPJS Kesehatan mendorong perluasan kepesertaan PBI yang didahului dengan kajian," kata Felly saat membacakan rumusan kesimpulan rapat.
Update Terbaru
Kim Sang-sik Pantau Langsung Laga Timnas Indonesia vs Mozambik di SUGBK
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Katedral Cologne Jerman Mulai Tetapkan Biaya Masuk Wisatawan
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Kemenhut Dorong Revisi UU Kehutanan untuk Percepat Penyelesaian Konflik Tenurial
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Bandai Namco Rilis Action Figure Naruto Bertema Noir
Selasa / 09-06-2026, 21:36 WIB
Sena Kembalikan Fasilitas Kusuma Food Usai Identitas Aslinya Terbongkar
Selasa / 09-06-2026, 21:35 WIB
XLSmart Targetkan Jaringan 5G Jangkau 88 Kota Akhir 2026
Selasa / 09-06-2026, 21:34 WIB
DPR Dorong Buyback Saham BUMN, Jadi Katalis Positif Pasar Modal
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Samir Perkuat Kerja Sama Bank untuk Jaga Profitabilitas
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Swedia Siap Buktikan Diri di Piala Dunia 2026 Meski Tren Negatif
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Kemenhaj Usut Dugaan Penipuan Haji yang Rugikan Jemaah Rp1,4 Miliar
Selasa / 09-06-2026, 21:32 WIB
Luhut: GovTech Perluas Basis Pajak Lewat Integrasi 64 Juta UMKM
Selasa / 09-06-2026, 21:29 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 18.058 Setelah BI Naikkan Suku Bunga
Selasa / 09-06-2026, 21:29 WIB
Volkswagen Caddy Facelift Dapat Layar Golf 12,9 Inci dan Sentuhan Geser yang Kontroversial
Selasa / 09-06-2026, 21:28 WIB
Roberto Martinez Kecewa Rafael Leao Dapat Kartu Merah Lawan Chile
Selasa / 09-06-2026, 21:28 WIB






