Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie, mengingatkan para pelaku bisnis di Indonesia bahwa investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) tidak memberikan keuntungan secara instan.

Hal itu disampaikan dalam acara Grab Business Forum 2026 di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

>>> Raffi Ahmad Buka Suara soal Namanya Terseret Kasus Bea Cukai

Berdasarkan data global yang dipaparkan, mayoritas perusahaan baru dapat merasakan keuntungan nyata dari adopsi AI setelah dua hingga tiga tahun berjalan.

Ekspektasi awal sering kali mengharapkan hasil yang lebih cepat, namun realitanya berbeda.

"Kita mulai dari 70% dari perusahaan akan meningkatkan pendapatan untuk kecerdasan buatan.

Tapi kalau kita lihat datanya, meskipun ekspektasinya bisa langsung, return of investment (ROI) 7-12 bulan," kata Stella.

Menurut laporan CNBC Indonesia, ekspektasi pengembalian modal yang cepat tersebut sering kali tidak sejalan dengan realita di lapangan.

"Ternyata ini data dari global, mayoritas baru merasakannya 2-3 tahun," dia menambahkan.

>>> Raffi Ahmad Buka Suara Buntut Terseret Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Kesiapan SDM Jadi Kunci

Stella menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor krusial agar perusahaan tidak terjebak saat mengadopsi AI.

Perusahaan perlu menganalisis kelayakan masalah yang akan diselesaikan serta kalkulasi biaya yang tinggi.

Langkah ini penting untuk memastikan keputusan yang diambil tetap membawa dampak positif bagi finansial perusahaan.

"Mengeluarkan input yang tetap menguntungkan dan tidak merugikan perusahaan dan merugikan sistem yang kita buat," ucap Stella.

Lebih lanjut, Stella membagikan skema empat langkah adopsi AI yang meliputi aspek 'What' (apa masalahnya), 'When' (kapan momentumnya dengan biaya terjangkau), 'Who' (siapa yang mengadopsi), serta prinsip 'humans in the loop' untuk menjaga keberadaan pekerja.

>>> NIKO Raih Dua Penghargaan di Selular Award 2026 untuk Kategori Home Appliances

"Yang penting, setelah maintain human in the loop, jangan dipecat kalau bisa 1-3 (what, when, dan who). Mereka tetap memerlukannya," jelasnya.