Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengalami penurunan jumlah pendaftar mahasiswa baru dalam lima tahun terakhir. Tren ini terasa signifikan sejak tahun 2022.

Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi, mengonfirmasi penurunan konsisten tersebut. "Sejak 2022 itu menurun.

>>> Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Suap di Ditjen Bea Cukai

Dulu pendaftar kita hampir 25 ribu, lalu menurun-menurun. Tahun kemarin pendaftar hanya 18 ribu.

Jadi turun hampir 4.000 sampai 5.000 pendaftar sejak lima tahun belakangan ini," ujarnya.

Pada tahun ini, total pendaftar berada di kisaran 12 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 calon mahasiswa mendaftar melalui jalur beasiswa.

UMY baru mencatat sekitar 40 persen calon mahasiswa yang melakukan daftar ulang dari total peserta yang dinyatakan lolos seleksi.

"Yang diterima lebih kurang 5.000, tapi yang daftar ulang baru 2.000. Jadi hanya sekitar 40 persen yang daftar ulang," jelas Nurmandi.

Kondisi tahun ini menjadi titik terendah dalam grafik penerimaan mahasiswa baru UMY. "Penurunan hampir 20-25 persen untuk tahun ini.

Paling rendah ya (2026) ini sejak 2022 itu," tegasnya.

Regulasi Jalur Mandiri PTN Jadi Penyebab

Faktor regulasi jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dinilai menjadi penyebab utama penurunan ini.

>>> Jung Kyung Ho dan Sooyoung Putus Usai 14 Tahun Pacaran karena Jadwal Padat

Sistem tanpa tes seperti seleksi rapor dan nilai UTBK membuat kuota PTN menyerap sebagian besar calon mahasiswa hingga akhir Juli.

"Mereka mendaftar ke banyak perguruan tinggi. Jalur mandiri sekarang kan banyak yang tidak ada tes lagi, cukup seleksi rapor, nilai UTBK, dan sebagainya.

Persepsi masyarakat masih memilih PTN. Padahal sebenarnya biaya PTN sekarang bisa lebih mahal daripada PTS.