Chatib Basri: Tiga Opsi Kelola APBN di Tengah Tantangan Fiskal
Ekonom senior Chatib Basri menyoroti sempitnya ruang kebijakan fiskal Indonesia akibat ketidakpastian global dan meningkatnya perhatian investor terhadap keberlanjutan anggaran.
Dalam acara Grab Business Forum 2026 di Jakarta, Selasa (9/6/2026), ia menjelaskan bahwa pengelolaan APBN pada dasarnya hanya memiliki tiga pilihan utama.
>>> Ciputra Life Sesuaikan Strategi Investasi Hadapi Kenaikan Yield
"Karena tugas dari menteri keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Nah, dia hanya punya opsi tiga, naikkan, potong, pinjam.
Itu hanya tiga itu," ujar Chatib.
Menurutnya, opsi menaikkan penerimaan pajak saat ini sulit diterapkan karena berpotensi menekan dunia usaha. Sementara itu, penambahan utang terkendala tingginya biaya pendanaan global.
Langkah paling realistis yang dapat diambil pemerintah adalah melakukan rasionalisasi belanja secara selektif demi menjaga keberlanjutan fiskal.
"Anggaran itu hanya naikkan, potong, atau pinjam. Enggak ada opsi lain.
Kalau Anda enggak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda enggak bisa potong, Anda harus pinjam.
As simple as that," tegasnya.
Chatib juga menyoroti faktor ekonomi politik sebagai tantangan terbesar dalam implementasi kebijakan fiskal, bukan semata persoalan teknis.
Berdasarkan analisisnya, kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal menjadi faktor dominan yang memicu pelemahan nilai tukar rupiah.
>>> Markas Timnas Inggris di Florida Diguncang Gempa Jelang Laga Kontra Kosta Rika
Risiko fiskal yang tercermin dari credit default swap (CDS) berkontribusi sekitar 23 persen terhadap pergerakan kurs.
"Hasilnya cukup menarik. Karena 23% dari pelemahan rupiah itu sebetulnya bisa dijelaskan oleh CDS, di samping faktor lain.
Artinya saya bisa billing bahwa soal kita itu adalah soal confidence di fiskal," kata Chatib.
Kendati demikian, ia menilai situasi saat ini tidak sama dengan krisis moneter 1998.
Update Terbaru
CIMB Niaga Salurkan Kredit Berkelanjutan US$750 Juta ke Vale Indonesia
Selasa / 09-06-2026, 17:08 WIB
Penanganan Malaria Butuh Paradigma Baru, Libatkan UMKM dan Digital
Selasa / 09-06-2026, 17:08 WIB
Adopsi AI Perusahaan Indonesia Tinggi Namun Mayoritas Belum Siap
Selasa / 09-06-2026, 17:08 WIB
PT Tower Bersama Infrastructure Siapkan Capex Rp4 Triliun untuk Ekspansi 2026
Selasa / 09-06-2026, 17:05 WIB
iQOO Neo 12 Dikabarkan Hadirkan Layar AMOLED 185 Hz untuk Gaming
Selasa / 09-06-2026, 17:05 WIB
Paradoks Adopsi AI di Indonesia: Antusiasme Tinggi, Fondasi Lemah
Selasa / 09-06-2026, 17:04 WIB
Penyelesaian Sengketa Lahan TNI AL dan Masyarakat Pasuruan
Selasa / 09-06-2026, 17:04 WIB
Metrodata Electronics Targetkan Pendapatan Tumbuh 10 Persen di 2026
Selasa / 09-06-2026, 17:04 WIB
Trans Studio Cibubur Promo Tiket Murah Selama Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 17:04 WIB
Pemerintah Batalkan Skema Gross Split di Sektor Pertambangan Mineral
Selasa / 09-06-2026, 17:04 WIB
Dua Jemaah Haji Asal Sumsel Meninggal di Makkah
Selasa / 09-06-2026, 17:00 WIB
Volkswagen Prediksi Penjualan Mobil Bensin Global Merosot Drastis
Selasa / 09-06-2026, 17:00 WIB
Pradiksi Gunatama Realisasikan Capex Rp 26,6 Miliar hingga Mei 2026
Selasa / 09-06-2026, 16:59 WIB
CEO Grab Indonesia Ungkap Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
Selasa / 09-06-2026, 16:57 WIB






