Produsen pesawat pribadi asal Kanada, Bombardier Inc., mengumumkan investasi sekitar US$78 juta untuk memperluas pusat perawatan dan layanan jet bisnis di Bandara Seletar, Singapura.

Proyek ekspansi ini dijadwalkan mulai dibangun pada paruh kedua tahun 2026. Lahan yang digunakan seluas 250.000 kaki persegi atau sekitar 23.200 meter persegi.

>>> Massa Rusak Toyota Fortuner di Tanah Abang Akibat Provokasi Tabrak Lari

Langkah ini bertujuan mengantisipasi lonjakan jumlah jet bisnis generasi berikutnya. Bombardier memproyeksikan proyek ini mampu menciptakan 200 lapangan kerja terampil baru.

Ekspansi tersebut akan melipatgandakan luas fasilitas dan jumlah tenaga kerja yang ada saat ini. Peningkatan kapasitas layanan dilakukan di tengah tren pertumbuhan positif industri penerbangan privat di Asia.

>>> Raffi Ahmad Tunjuk Hotman Paris Hadapi Dugaan Kasus Suap Blueray Cargo

Pertumbuhan Permintaan Jet Bisnis

"Kami melihat pertumbuhan yang berkelanjutan, dan bagi kami, ini adalah solusi yang tepat dengan peningkatan pemanfaatan," ujar Paul Sislian, Wakil Presiden Eksekutif Bombardier untuk Penjualan Pesawat dan Layanan Purna Jual dalam wawancara dengan Bloomberg Television.

Sebelumnya pada April 2026, Bombardier mencatatkan rekor nilai pesanan yang belum terselesaikan hingga lebih dari US$20 miliar.

>>> Mobil Honda Brio Terjun dari Flyover Gubeng, Diduga Sopir Mabuk

Lonjakan pesanan pesawat komersial premium didorong oleh tingginya permintaan dari individu kaya serta perusahaan penyedia layanan kepemilikan bersama dan berlangganan.