CEO Xbox Asha Sharma Fokus pada Penataan Ulang Bisnis
CEO Xbox Asha Sharma menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan ulang bisnis perusahaan. Langkah ini diambil demi mewujudkan target menjadi pemimpin nomor satu di industri game dan hiburan global.
Strategi baru tersebut dipaparkan dalam acara Bloomberg Tech pada Selasa (9/6/2026).
>>> IHSG Melejit 4,82 Persen, Saham Prajogo Pangestu dan Perbankan Kompak Hijau
Penataan ulang dilakukan setelah Sharma resmi memimpin perusahaan selama seratus hari, menggantikan Phil Spencer yang pensiun pada Februari lalu.
Sharma menekankan bahwa fokus utamanya bukan sekadar mengejar keuntungan finansial tertentu. "Mandat saya bukanlah margin akuntabilitas 30% atau margin perangkat lunak perusahaan.
Mandat saya adalah menjadi perusahaan game dan hiburan nomor satu," ujarnya.
Evaluasi Eksklusivitas dan AI
Rencana penataan ulang juga mencakup evaluasi pendekatan eksklusivitas konten dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Rencana ini sebelumnya telah diumumkan bersama COO Matt Booty pada April lalu.
Sharma menjelaskan bahwa untuk menjadi penerbit terkemuka, game Xbox harus menjangkau audiens yang besar. Di sisi lain, sebagai platform, perusahaan perlu menawarkan konten dan layanan eksklusif.
>>> IPO SpaceX Dongkrak Saham Rantai Pasok Antariksa Global
"Kami sedang mempertimbangkan hal itu dengan sangat cermat," katanya.
Terkait AI, Sharma memastikan perusahaan tidak akan menggunakannya demi efisiensi jangka pendek. Langkah penghentian fitur Gaming Copilot telah dilakukan di awal kepemimpinannya.
Menurut Sharma, AI tidak akan menggantikan game AAA. Namun, AI berpotensi mewakili kategori game baru dan jenis pengembangan baru yang memungkinkan lebih banyak orang berkreasi.
"Kami akan terus memantau dan melihat cara terbaik untuk melayaninya," tegasnya.
Selama seratus hari pertama, Sharma juga memangkas harga layanan Game Pass yang berdampak positif bagi ekosistem.
>>> Joachim Klement Ramalkan Belanda Juara Piala Dunia 2026 Lewat Model Statistik
Selain itu, ia merombak struktur kepemimpinan dengan mengangkat analis veteran Matthew Ball sebagai kepala strategi dan membagikan detail teknis awal penerus Xbox Series yang dinamakan Project Helix.
Update Terbaru
Studi: Buah Kaya Flavanol Efektif Jaga Kesehatan Jantung
Selasa / 09-06-2026, 16:36 WIB
BEI Perkuat Transaksi Pasar Modal Lewat Liquidity Provider Saham
Selasa / 09-06-2026, 16:35 WIB
IHSG Melonjak 7,57% ke 5.746 Usai BI Naikkan Suku Bunga
Selasa / 09-06-2026, 16:35 WIB
Jemaah Haji Banyuwangi Meninggal Akibat Serangan Jantung di Mekkah
Selasa / 09-06-2026, 16:34 WIB
Panduan Merawat Baterai Motor Listrik agar Performa dan Efisiensi Terjaga
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Pelemahan Rupiah Jadi Peringatan bagi Sektor Properti Perumahan
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Veda Ega Pratama Rindu Soto dan Bakso Selama Balapan di Eropa
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Kemenkes Hitung Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Obat
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,50 Persen, Perkuat Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 16:29 WIB
Oppo dan Vivo Dikabarkan Kembangkan Kamera Vlog 200MP
Selasa / 09-06-2026, 16:29 WIB
AS Masukkan Alibaba hingga BYD ke Daftar Perusahaan Pendukung Militer China
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB
121 Nama Bayi Perempuan Bahasa Italia yang Indah dan Maknanya
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB
IHSG Melonjak 7,57 Persen ke Level 5.746, Tiga Katalis Pendorong
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB
Jadwal KRL Jogja-Solo 9 Juni 2026 dan Tarif Flat Rp8.000
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB






