IHSG Melejit 4,82 Persen, Saham Prajogo Pangestu dan Perbankan Kompak Hijau
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 4,82% atau naik 257,60 poin ke level 5.599,25 pada penutupan sesi I perdagangan, Selasa (9/6/2026).
Penguatan indeks berjalan beriringan dengan zona hijau pada saham-saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, seperti BRPT, TPIA, CUAN, dan BREN.
>>> IPO SpaceX Dongkrak Saham Rantai Pasok Antariksa Global
Berdasarkan data RTI Business, IHSG bergerak dalam rentang 5.318 hingga 5.627.
Volume perdagangan mencapai 24,71 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,79 triliun melalui frekuensi 1,47 juta kali.
Sebanyak 603 saham menguat, 118 saham melemah, dan 92 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat Rp9.845 triliun.
Saham Prajogo Pangestu dan Perbankan Jumbo Menguat
BRPT mencatat penguatan 7,94% atau naik 110 poin ke Rp1.495 per saham. TPIA melonjak 8,41% atau bertambah 135 poin ke Rp1.740 per saham.
CUAN dan BREN masing-masing naik 3,91% dan 5,01%.
Sektor perbankan jumbo juga positif: BBCA naik 4,12% ke Rp5.050, BBRI menguat 6,56% ke Rp2.760, dan BMRI melesat 6,47% ke Rp3.950.
Dari top gainers, BABY memimpin dengan lonjakan 34,62% ke Rp140, disusul AHAP naik 29,31% ke Rp75, dan CTTH menguat 27,08% ke Rp122.
>>> Joachim Klement Ramalkan Belanda Juara Piala Dunia 2026 Lewat Model Statistik
Analisis Teknikal dan Kebijakan BI
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi menguji resistance di level 5.500. Jika gagal, indeks berpeluang koreksi seiring pelemahan rupiah.
BNI Sekuritas memproyeksikan support IHSG di rentang 5.000-5.150 dan resistance di 5.400-5.500.
Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,50% melalui RDG pada Selasa (9/6/2026).
Suku bunga deposit facility naik 25 bps ke 4,50% dan lending facility ke 6,25%.
BI menyatakan kenaikan ini sebagai langkah pre-emptive untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
Kebijakan ini juga bertujuan mengoptimalkan imbal hasil instrumen keuangan domestik dan menarik kembali aliran modal asing.
BI mengidentifikasi depresiasi rupiah lebih dalam dari estimasi akibat dinamika global, permintaan valas tinggi, dan aksi jual investor asing.
>>> Pemerintah Tetapkan Dua Hari Libur Nasional pada Juni 2026
Stabilisasi nilai tukar ditempuh untuk menjaga ketahanan eksternal dan sasaran inflasi 2026-2027.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







