IPO SpaceX Dongkrak Saham Rantai Pasok Antariksa Global
Rencana penawaran umum perdana (IPO) SpaceX memicu lonjakan harga saham perusahaan sektor satelit, roket, dan rantai pasok Starlink dalam beberapa bulan terakhir.
Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu menargetkan valuasi sekitar US$ 1,75 triliun. Harga final IPO dijadwalkan pada 11 Juni 2026, sebelum perdagangan di Nasdaq dimulai sehari setelahnya.
>>> Joachim Klement Ramalkan Belanda Juara Piala Dunia 2026 Lewat Model Statistik
Euforia ini mendorong investor ritel di Asia memburu saham perusahaan komponen lokal.
Penjamin emisi SpaceX dilaporkan melarang investor dari China dan Hong Kong berpartisipasi langsung, selain keterbatasan akses dokumen pemasaran.
Di China, saham Lens Technology melonjak hampir 50% sepanjang tahun ini. Investor ritel asal Anhui, Hu Xiaobin, meraup untung dari saham Sunway Communication dan Western Superconducting Technologies.
"Saya mencari sendiri perusahaan-perusahaan terkait di pasar saham China dan mendapatkan keuntungan yang cukup besar," ujar Hu.
Meski berhasil, ia memutuskan tidak memegang aset terlalu lama dan telah melepas kepemilikan menjelang IPO SpaceX.
Tantangan bagi pemodal eceran di Asia untuk masuk alokasi perdana juga mendapat perhatian pelaku industri keuangan Hong Kong.
"Bagi investor ritel lokal, mendapatkan porsi langsung dalam IPO SpaceX akan sangat sulit," kata Jeffrey Chan, Direktur Central Asset Management Hong Kong.
>>> Pemerintah Tetapkan Dua Hari Libur Nasional pada Juni 2026
Menurut Chan, SpaceX kini menjadi aset yang sangat diminati dan hampir wajib dimiliki banyak manajer investasi global yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang.
Dampak positif IPO ini juga dirasakan emiten Eropa seperti Eutelsat Prancis, OHB Jerman, dan SES Luksemburg yang mencatat kenaikan dua digit.
Produk Space Innovators ETF melonjak 29% sejak Maret.
"Ini cerita menarik bagi trader, tetapi saya meragukan investor institusi akan melakukan taruhan besar hanya karena IPO ini," ujar Nicholas Smith, Strategis CLSA Jepang.
Di Asia, Taiwan dipandang sebagai pusat perhatian utama yang berpotensi memperoleh manfaat terbesar.
Negara itu menjadi basis produsen komponen satelit SpaceX, termasuk Chin-Poon Industrial, Wistron Neweb Corporation, dan Universal Microwave Technology.
"Kami memperkirakan SpaceX akan memperkuat kerja sama dengan pemasok untuk mendukung fase ekspansi berikutnya.
>>> BKN Tegaskan Hoaks Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial
Banyak perusahaan Asia berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan investasi tersebut," kata Nick Wilcox, Managing Director Man Group.
Update Terbaru
Panduan Merawat Baterai Motor Listrik agar Performa dan Efisiensi Terjaga
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Pelemahan Rupiah Jadi Peringatan bagi Sektor Properti Perumahan
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Veda Ega Pratama Rindu Soto dan Bakso Selama Balapan di Eropa
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Kemenkes Hitung Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Obat
Selasa / 09-06-2026, 16:32 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,50 Persen, Perkuat Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 16:29 WIB
Oppo dan Vivo Dikabarkan Kembangkan Kamera Vlog 200MP
Selasa / 09-06-2026, 16:29 WIB
AS Masukkan Alibaba hingga BYD ke Daftar Perusahaan Pendukung Militer China
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB
121 Nama Bayi Perempuan Bahasa Italia yang Indah dan Maknanya
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB
IHSG Melonjak 7,57 Persen ke Level 5.746, Tiga Katalis Pendorong
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB
Jadwal KRL Jogja-Solo 9 Juni 2026 dan Tarif Flat Rp8.000
Selasa / 09-06-2026, 16:28 WIB
Daftar Negara Juara Piala Dunia Terbanyak Sepanjang Sejarah
Selasa / 09-06-2026, 16:24 WIB
John Herdman Puji Fleksibilitas Taktik Timnas Indonesia Usai Tekuk Oman
Selasa / 09-06-2026, 16:24 WIB
Lion Air dan Super Air Jet Bantah Isu Bagasi Gratis Dihapus, Tetap 10 Kg
Selasa / 09-06-2026, 16:24 WIB
Xiaomi Siapkan Redmi K100 dengan Layar 2K untuk HP Gaming Tangguh
Selasa / 09-06-2026, 16:20 WIB






