Solusi Environment Asia Resmi Masuk Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara
PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) resmi terlibat dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diinisiasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Keterlibatan ini dilakukan melalui anak usaha PT Ananta Energi Asia (AEA) yang menandatangani akta jual beli saham dengan perusahaan China, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. beserta afiliasinya.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (9/6/2026), AEA memegang porsi kepemilikan saham sebesar 10% pada dua perusahaan konsorsium yang mengembangkan PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya.
Direktur Utama SOFA Denny Rizal menyatakan langkah ini merupakan realisasi komitmen perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis di bidang energi baru terbarukan.
Masuknya SOFA merupakan tindak lanjut dari keputusan PT Danantara Investment Management (DIM) pada Mei 2026 yang menyetujui penambahan AEA sebagai mitra lokal dalam konsorsium.
Saat ini, manajemen SOFA masih menunggu proses administratif berupa persetujuan dan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum terkait restrukturisasi pemegang saham konsorsium.
Zhejiang Weiming sebelumnya telah ditunjuk Danantara sebagai mitra pengembangan untuk dua dari total empat proyek PSEL tahap pertama.
>>> Wasit Somalia Ditolak Masuk AS, Batal Pimpin Piala Dunia 2026
Kebijakan Danantara mewajibkan operator internasional bermitra dengan perusahaan lokal Indonesia demi transfer teknologi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Zhejiang Weiming merupakan salah satu raksasa pengolahan sampah menjadi energi di China dengan produksi listrik mencapai 4,62 miliar kWh pada 2025.
Bagi SOFA, proyek ini mempertegas transformasi bisnis setelah berganti nama dari PT Boston Furniture Industries Tbk untuk fokus pada sektor energi dan lingkungan.
Sebelumnya, SOFA sempat berkompetisi dalam tender proyek waste-to-energy Danantara lewat konsorsium bersama Hunan Construction Engineering Group (China) dan Kintan Usahasama Sdn.
Bhd. (Malaysia).
>>> 50 Pertanyaan Edukasi untuk Cegah Bullying di Sekolah dan Lingkungan
Dengan kepemilikan saham 10% di Denpasar dan Bogor, perusahaan kini resmi mengamankan posisi dalam proyek strategis nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Update Terbaru
Andy Robertson Bawa Mimpi Diogo Jota ke Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 14:33 WIB
Masa Depan Harry Maguire di Manchester United Masih Belum Jelas
Selasa / 09-06-2026, 14:33 WIB
Kawasaki Siapkan Motor Petualang Baru di Jakarta Fair 2026
Selasa / 09-06-2026, 14:32 WIB
Ayah Diminta Lebih Kritis Memilih Asupan Nutrisi Anak
Selasa / 09-06-2026, 14:32 WIB
ROG Xbox Ally vs ROG Xbox Ally X, Selisih Spesifikasi dan Performa Ternyata Cukup Jauh
Selasa / 09-06-2026, 14:32 WIB
Kawasaki Siapkan Motor Misterius Baru di Jakarta Fair 2026
Selasa / 09-06-2026, 14:32 WIB
Harga Emas Pecahan Kecil BSI dan Lotus Archi 9 Juni 2026 Bervariasi
Selasa / 09-06-2026, 14:32 WIB
Muhammadiyah Jelaskan Hukum Menikahi Perempuan Hamil di Luar Nikah
Selasa / 09-06-2026, 14:32 WIB
Jasindo Antisipasi Lonjakan Klaim Asuransi Kendaraan Akibat Pelemahan Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 14:29 WIB
Hindari 10 Kebiasaan Buruk Ini yang Menghambat Kebebasan Finansial Anda
Selasa / 09-06-2026, 14:29 WIB
Vale Naikkan Proyeksi Arus Kas US$1,5 Miliar Usai Konflik Iran Dongkrak Harga Bijih Besi
Selasa / 09-06-2026, 14:29 WIB
OJK Panggil Manajemen Toyota Astra Financial Services Terkait Penagihan Kredit
Selasa / 09-06-2026, 14:28 WIB
Oppo dan Vivo Siap Tantang Dominasi Kamera Vlogging DJI
Selasa / 09-06-2026, 14:28 WIB
Pengelola Between Two Gates Kotagede Terapkan Aturan Baru untuk Wisatawan
Selasa / 09-06-2026, 14:28 WIB






