8. Camilan ultra-olahan.

Makanan tinggi lemak, garam, dan rempah-rempah yang sering ditemukan pada camilan olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko GERD.

9. Tomat.

Asam malat dan asam sitrat dalam tomat mendorong produksi asam lambung. Saus tomat, tomat kalengan, dan saus spageti juga dapat memperburuk gejala.

10. Teh peppermint.

Meski dikenal menenangkan usus, peppermint dapat merilekskan LES sehingga asam mudah masuk ke kerongkongan. Alternatifnya, teh kamomil atau jahe.

11. Jus.

Jus jeruk, tomat, atau jeruk bali memiliki sifat yang sama dengan buah utuhnya dalam memicu GERD.

12. Daging berlemak.

Daging tinggi lemak seperti iga, ayam dengan kulit, atau daging sapi berlemak membutuhkan waktu lama dicerna dan meningkatkan produksi asam.

13. Pizza.

Kombinasi saus tomat asam, topping daging berlemak, dan kulit asin menjadi ancaman tiga kali lipat bagi penderita GERD.

Tips Mencegah Asam Lambung Naik

Selain menghindari makanan pemicu, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko kambuh.

Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar lambung tidak bekerja terlalu berat. Hindari berbaring atau tidur setidaknya 2-3 jam setelah makan.

Kunyah makanan perlahan, jaga berat badan ideal, perbanyak minum air putih, kelola stres dengan olahraga ringan atau meditasi, dan gunakan pakaian longgar di area perut.

Catat makanan yang memicu keluhan untuk memudahkan penghindaran.

>>> DPR RI Bahas Kerangka Kebijakan Fiskal 2027, Sembilan Fraksi Beri Catatan

Jika gejala berulang, semakin sering, atau disertai kesulitan menelan, muntah berulang, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas, segera konsultasi ke dokter.