Masalah asam lambung dan GERD (gastroesophageal reflux disease) dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala seperti nyeri ulu hati, mual, hingga muntah sering muncul saat kambuh.

Pola makan yang salah, stres berlebihan, atau kebiasaan merokok menjadi pemicu utama. Oleh karena itu, penderita perlu memperhatikan asupan makanan dan minuman.

>>> 18 Tim Basket Mahasiswa Bersaing di The Nationals 2026

Berikut 13 makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari penderita GERD dan asam lambung, seperti dilansir dari Eat This Not That.

Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung

1. Makanan yang digoreng.

Proses pencernaan makanan berminyak membutuhkan waktu lama, sehingga lambung memproduksi lebih banyak asam.

Lemak tinggi juga memicu pelepasan garam empedu dan hormon kolesistokinin yang melemaskan sfingter esofagus bagian bawah (LES), menyebabkan asam naik ke esofagus.

2. Jeruk.

Meski kaya vitamin C dan serat, buah jeruk seperti lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali dapat merangsang produksi asam lambung berlebih.

Hindari konsumsinya saat refluks kambuh.

3. Cokelat.

Konsumsi cokelat berlebihan bisa melemaskan otot katup kerongkongan, memicu naiknya isi lambung dan menyebabkan sensasi perih atau panas di dada dan leher.

4. Minuman bersoda.

Kandungan gas dalam soda menyebabkan kembung dan memberi tekanan pada LES, meningkatkan risiko kebocoran asam.

5. Kopi.

Kafein merangsang produksi asam lambung berlebih. Teh berkafein juga sebaiknya dikurangi.

6. Alkohol.

Alkohol memicu produksi gas berlebih di lambung, menyebabkan kembung, heartburn, dan refluks asam.

7. Makanan pedas.

Sebuah studi tahun 2020 pada 100 pasien GERD menunjukkan 62% menyebut makanan pedas sebagai pemicu utama.

>>> Erajaya Swasembada Fokus Kelola Limbah Elektronik Lewat Ekonomi Sirkular