IMEF: Kepastian Ekspor Batu Bara Bergantung pada Konsistensi RKAB Jangka Panjang
Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) menyatakan bahwa kepastian pasar ekspor batu bara Indonesia tidak ditentukan oleh kebijakan relaksasi kuota produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).
Kunci utamanya justru terletak pada konsistensi dan kepastian RKAB jangka panjang yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
>>> Won Korea Selatan Menguat ke Level 1.518 per Dolar AS
Ketua IMEF Singgih Widagdo menjelaskan bahwa para importir batu bara dari luar negeri membutuhkan gambaran jelas mengenai peta produksi nasional sejak jauh-jauh hari.
Hal ini penting untuk menyelaraskan kebutuhan negara importir dengan pasokan dari negara eksportir seperti Indonesia.
"Kepastian importir pada dasarnya bukan pada relaksasi, tetapi jauh di awal.
Ini lebih kepada peta produksi dari negara-negara eksportir sekaligus irisannya dengan negara-negara importir, supaya mereka tahu kebutuhannya [impor] berapa," ujar Singgih saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).
Menurut Singgih, Pemerintah Indonesia harus jeli dalam memetakan mekanisme suplai dan permintaan global.
Terlebih, dua negara tujuan ekspor batu bara utama Indonesia—China dan India—terus menggenjot produksi domestik mereka.
Kepastian RKAB dari Pemerintah Indonesia menjadi jangkar bagi para pembeli besar untuk melihat stabilitas pasokan nasional.
"Memetakan mekanisme supply-demand dengan memperhitungkan juga kenaikan produksi negara importir, sehingga ke depan, justru kepastian RKAB atau produksi nasional yang diharapkan oleh importir," lanjutnya.
Sebagai informasi, Kementerian ESDM sebelumnya merencanakan produksi batu bara melalui RKAB 2026 sebesar 600 juta-an ton.
>>> IHSG Melonjak 3,41 Persen ke 5.524 pada Sesi I Pagi Ini
Angka ini lebih rendah dari RKAB batu bara sepanjang 2025 yang mencapai 1,2 miliar ton, dengan realisasi produksi nasional menyentuh angka 790 juta ton.
Update Terbaru
Mengenal Tren Chaos Gardening, Berkebun Acak yang Estetik
Selasa / 09-06-2026, 12:52 WIB
IHSG Melonjak Nyaris 5 Persen, Saham Perbankan dan Konglomerat Pendorong Utama
Selasa / 09-06-2026, 12:52 WIB
Kejaksaan Agung Ungkap Dugaan Markup Pengadaan Motor Listrik BGN
Selasa / 09-06-2026, 12:52 WIB
Konsumsi Buah Kaya Flavanol Setiap Hari Mampu Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Selasa / 09-06-2026, 12:52 WIB
Aplikasi Tiket.com Jadi Platform Resmi Presale Konser BTS Jakarta
Selasa / 09-06-2026, 12:49 WIB
Kode Redeem ML 10 Mei 2026: Hadiah Gratis untuk Pemain Baru
Selasa / 09-06-2026, 12:49 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Respons Pelemahan Rupiah
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
Timnas Putri Indonesia Targetkan Kemenangan Lawan Kamboja
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
ITB Temukan 50 Titik Dasar Batas Laut Indonesia Tidak Akurat
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
Kode Redeem Sailor Piece Mei 2026: Klaim Item Gratis Sekarang
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
IHSG Melonjak 4,82 Persen ke Level 5.599 Berkat Redanya Konflik Timur Tengah
Selasa / 09-06-2026, 12:48 WIB
Ramalan Zodiak Cinta: Kunci Jaga Keharmonisan Hubungan
Selasa / 09-06-2026, 12:45 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 18.148 per Dolar AS, Terdorong Pelemahan Indeks Dolar
Selasa / 09-06-2026, 12:45 WIB
Detik-Detik War Tiket BTS, ARMY Padati Warnet di Jakarta
Selasa / 09-06-2026, 12:45 WIB






