Saham Intel Melonjak 13% Usai Google Dikabarkan Pesan 3 Juta Chip AI
Saham Intel Corp. mencatat lonjakan harian terbesar dalam sebulan terakhir di bursa New York.
Kenaikan ini dipicu laporan bahwa Google akan menggandeng Intel untuk memproduksi lebih dari 3 juta chip kecerdasan buatan (AI) khusus pada tahun 2028.
>>> Acer Swift Edge 14 AI Resmi di Indonesia, Laptop Tipis dengan Bobot Hanya 990 Gram
Harga saham Intel melesat 13 persen menjadi US$112,37.
Laporan The Information menyebutkan Google akan menggunakan Intel untuk memproduksi beberapa unit pemrosesan tensor (TPU) setelah melalui pengujian teknologi selama berbulan-bulan.
Kerja sama ini terjadi di tengah kesulitan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) memenuhi lonjakan permintaan kapasitas produksi. Akibatnya, Intel mulai menerima limpahan pesanan dari perusahaan teknologi besar.
Nilai saham Intel telah meningkat sekitar tiga kali lipat sepanjang tahun ini.
Perusahaan bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi setelah merilis proyeksi penjualan yang melampaui ekspektasi Wall Street, didorong lonjakan belanja teknologi AI.
Peningkatan performa operasional ini menunjukkan kemajuan upaya CEO Lip-Bu Tan dalam memperkuat neraca keuangan perusahaan. Ia berhasil mengamankan investasi skala besar pada tahun lalu.
>>> IHSG Naik ke 5.404,66, Saham Perbankan Besar Bangkit
Selain Google, Nvidia Corp. dilaporkan juga sedang menguji kelayakan teknologi Intel untuk memproduksi prosesor masa depan.
Prosesor tersebut dapat menggabungkan empat chip grafis menjadi satu unit terintegrasi.
Hingga saat ini, perwakilan Intel menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Sementara itu, Google dan Nvidia belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.
Meskipun pesanan 3 juta chip belum bisa membalikkan kerugian bisnis manufaktur Intel secara instan, sinyal kepercayaan dari raksasa teknologi seperti Google diproyeksikan mampu memperkuat status teknologi Intel.
Hal ini juga berpotensi menarik pelanggan baru.
Google sendiri telah berkembang menjadi salah satu pembuat chip AI mandiri yang sukses melalui produk TPU terbarunya.
>>> Donald Trump Hadiri Final NBA di New York Dukung Knicks
Langkah ini menantang dominasi chip grafis (GPU) produksi Nvidia yang masih menjadi standar utama industri dalam pelatihan model AI canggih.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







