Nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi, 9 Juni 2026.

Berdasarkan data pasar spot, rupiah berada di posisi Rp 18.140 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB.

>>> FDA Setujui Datroway untuk Kanker Payudara Triple-Negatif Agresif

Angka ini mencerminkan penguatan sebesar 0,27% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp 18.188 per dolar AS.

Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga perkasa di hadapan dolar AS pada pagi yang sama.

Won Korea memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan 0,79%, diikuti ringgit Malaysia yang menguat 0,32%.

Rupiah berada di posisi ketiga dengan penguatan 0,27%.

>>> Pengendara Wajib Perpanjang SIM C Sebelum Kedaluwarsa

Mata uang regional lain seperti baht Thailand terapresiasi 0,11%, dolar Singapura naik 0,09%, peso Filipina menguat 0,07%, yuan China terangkat 0,07%, dan dolar Hong Kong tumbuh tipis 0,004%.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Yen Jepang tercatat turun 0,02%, sedangkan dolar Taiwan melemah 0,11%.

Penguatan mata uang regional terjadi di tengah penurunan performa dolar global.

>>> Bojan Hodak Raih Pelatih Terbaik Super League 2025-2026

Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia berada di level 99,96, turun dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat mencapai 100,04.