Meta dan Google Sepakati Ganti Rugi Dampak Media Sosial bagi Siswa
Sejumlah perusahaan teknologi global, termasuk Meta, Alphabet (induk Google), Snap, dan ByteDance (induk TikTok), telah menyetujui penyelesaian gugatan dengan membayar kompensasi puluhan juta dolar AS.
Gugatan itu berasal dari tuduhan bahwa platform media sosial mereka memicu krisis kesehatan mental di kalangan pelajar Amerika Serikat.
>>> Virtual OS Museum Hadirkan 1.700 Sistem Operasi Komputer Jadul
Kasus hukum ini bermula dari tuntutan Distrik Sekolah Breathitt County di Kentucky, AS, yang menuduh perusahaan-perusahaan tersebut sengaja merancang fitur platform agar pengguna muda kecanduan.
Akibatnya, para siswa dilaporkan mengalami lonjakan kasus kecemasan, depresi, hingga tindakan melukai diri sendiri, yang bebannya harus ditangani oleh pihak sekolah.
Dokumen yang diperoleh Reuters mengungkapkan total nilai ganti rugi mencapai 27 juta dolar AS atau sekitar Rp 486 miliar (kurs Rp 18.000).
Meta menjadi perusahaan dengan kontribusi terbesar, yakni 9 juta dolar AS (sekitar Rp 162 miliar).
Snap dan ByteDance masing-masing membayar 8 juta dolar AS (sekitar Rp 144 miliar), sedangkan Alphabet membayar 2,01 juta dolar AS (setara Rp 36,18 miliar).
Kesepakatan damai dengan Meta ditandatangani pada 21 Mei 2026, sementara penyelesaian dengan Snap, ByteDance, dan Alphabet terjadi pada periode yang sama dan baru terungkap setelah adanya permintaan catatan publik.
Meskipun bersedia membayar kompensasi, seluruh raksasa teknologi ini tetap menolak dan menyanggah tuduhan yang diarahkan kepada mereka dalam gugatan.
Manajemen Meta, Snap, dan YouTube menyatakan bahwa penyelesaian klaim dilakukan secara damai demi menunjukkan komitmen dalam meningkatkan proteksi bagi pengguna muda.
>>> Ilmuwan Usulkan Suntikkan Zat Kimia ke Magnetosfer untuk Cegah Kiamat Internet
Mereka juga menegaskan telah menerapkan berbagai opsi mitigasi untuk melindungi kelompok remaja dari efek negatif penggunaan media sosial.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







