Ilmuwan Usulkan Suntikkan Zat Kimia ke Magnetosfer untuk Cegah Kiamat Internet
Ancaman badai matahari ekstrem yang dapat melumpuhkan jaringan listrik global dan merusak satelit navigasi mendorong para ilmuwan mencari solusi radikal.
Sekelompok peneliti antariksa internasional mengusulkan penyemprotan zat kimia khusus langsung ke medan magnet Bumi.
>>> Apple Resmi Luncurkan macOS 27 Golden Gate, Hanya untuk Apple Silicon
Proposal ini bertujuan memperkuat magnetosfer, lapisan perisai alami pelindung Bumi dari radiasi berbahaya.
Langkah tersebut diharapkan mampu membelokkan semburan partikel bermuatan dari Coronal Mass Ejection (CME) atau Lontaran Massa Korona.
Mekanisme dan Risiko
Secara teknis, rencana ini melibatkan armada satelit atau roket untuk melepaskan unsur kimia seperti barium atau litium ke sabuk radiasi Bumi.
Zat kimia tersebut akan terionisasi oleh radiasi matahari dan menciptakan awan plasma buatan.
Awan plasma berfungsi sebagai perisai tambahan untuk menyerap atau mengalihkan energi destruktif badai matahari sebelum mencapai atmosfer atas.
"Kita harus mulai memikirkan perlindungan aktif untuk infrastruktur modern kita di luar angkasa dan di permukaan Bumi," ujar salah satu peneliti.
>>> Apple Perkenalkan Siri AI, Asisten Virtual Berbasis Kecerdasan Buatan
Metode ini secara teoritis dapat memberikan perlindungan taktis di area sensitif yang rawan gangguan geomagnetik.
Namun, proyek space geoengineering ini memicu perdebatan sengit di kalangan ilmuwan.
Banyak peneliti memperingatkan risiko efek samping yang belum diketahui, seperti gangguan pada sabuk radiasi Van Allen.
Dampak buruknya bisa membahayakan satelit fungsional atau memicu gangguan cuaca antariksa baru yang tidak terprediksi.
Saat ini, proposal masih dalam tahap simulasi komputer dan pemodelan teoretis awal.
>>> She-Ra Muncul di Post-Credits, Sutradara Buka Suara soal Sekuel Masters of the Universe
Para ilmuwan menekankan perlunya riset mendalam dan regulasi internasional ketat sebelum teknologi ini diuji coba langsung.
Update Terbaru
Himbara Catat Pertumbuhan Kredit Rata-Rata Dua Digit
Selasa / 09-06-2026, 11:36 WIB
Apple Perluas Kemampuan App Store dengan Alat Pemasaran, Langganan, dan Penemuan Baru
Selasa / 09-06-2026, 11:35 WIB
Green Book 2026: Tiga Proyek Panas Bumi PGEO Dapat Pinjaman Luar Negeri US$ 477,87 Juta
Selasa / 09-06-2026, 11:35 WIB
Syarat dan Cara Pengajuan KUR Mandiri Rp30 Juta Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 11:34 WIB
IMEF: Kepastian Ekspor Batu Bara Bergantung pada Konsistensi RKAB Jangka Panjang
Selasa / 09-06-2026, 11:33 WIB
Won Korea Selatan Menguat ke Level 1.518 per Dolar AS
Selasa / 09-06-2026, 11:32 WIB
IHSG Melonjak 3,41 Persen ke 5.524 pada Sesi I Pagi Ini
Selasa / 09-06-2026, 11:32 WIB
Harga Emas Bergerak Terbatas Akibat Keraguan Gencatan Senjata Iran-Israel
Selasa / 09-06-2026, 11:32 WIB
Dinas Pendidikan Tetapkan Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026
Selasa / 09-06-2026, 11:32 WIB
Saham BBRI, BMRI, BBNI Melejit Usai Pertemuan Dirut Himbara di DPR
Selasa / 09-06-2026, 11:32 WIB
Menkes Usul Pembatasan Kuota Fakultas Kedokteran dengan Retaker Terbanyak
Selasa / 09-06-2026, 11:32 WIB
4 Makanan Favorit yang Dikonsumsi Orang Berusia 100 Tahun
Selasa / 09-06-2026, 11:29 WIB
5 Rekomendasi Tablet Rp2 Jutaan Terbaik untuk Multitasking di 2026
Selasa / 09-06-2026, 11:29 WIB
Promotor Buka Penjualan Tiket Konser BTS Jakarta 2026 Hari Ini
Selasa / 09-06-2026, 11:29 WIB






