Kirim Motor Listrik Keluar Kota Wajib Kurangi Kapasitas Baterai
Pengiriman sepeda motor listrik ke luar kota memiliki prosedur berbeda dibandingkan motor konvensional.
Selain kelayakan jalan, kapasitas daya baterai menjadi faktor krusial yang wajib diperhatikan sebelum unit diangkut menggunakan kapal laut atau kereta api.
>>> Polisi Antisipasi Kemacetan Jelang Laga Indonesia vs Mozambik di GBK
Pemilik Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, menyarankan tingkat pengisian daya baterai tidak dalam kondisi penuh saat hendak dikirim jarak jauh.
Kondisi ideal kapasitas daya baterai yang direkomendasikan adalah di kisaran 30 persen.
"Kalau kendaraan listrik akan dikirim, kami selalu menyarankan baterainya dikosongkan dulu.
Biasanya di sekitar 30 persen baru dilakukan pengiriman," kata Adi seperti dikutip dari Otomotif di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Langkah penurunan kapasitas daya tersebut diterapkan sebagai bentuk mitigasi risiko selama proses pengangkutan.
Baterai kendaraan listrik menyimpan energi dalam jumlah besar yang berpotensi memicu persoalan jika dihadapkan pada situasi ekstrem di sepanjang perjalanan.
Kendati risiko gangguan tersebut jarang terjadi, tingkat kapasitas baterai yang lebih rendah dinilai jauh lebih aman ketimbang mendistribusikan kendaraan dalam kondisi daya terisi penuh.
"Kalau dikirim dalam kondisi penuh, lalu terjadi hal yang tidak diinginkan, risikonya bisa lebih besar seperti meledak. Apalagi kalau baterainya kepanasan," ujar Adi.
Kebijakan serupa turut diberlakukan dalam prosedur pengiriman baterai pengganti kepada konsumen.
Daya baterai akan diturunkan terlebih dahulu sebelum dikemas dan dikirim ke luar daerah guna meminimalkan potensi bahaya selama proses distribusi.
Adi menilai pengawasan terhadap kondisi baterai ini menjadi kian vital seiring dengan meningkatnya populasi dan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Aktivitas pengiriman kendaraan antarkota maupun antar-pulau kini semakin intensif dilakukan untuk keperluan penjualan ataupun relokasi pemilik.
Update Terbaru
Cara Mudah Mendapatkan Cuan Lewat Bot Telegram Signal 2193 yang Sedang Tren Tahun 2026
Jumat / 24-07-2026, 20:21 WIB
Kejutan, Justin Hubner Masuk Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Kebakaran Hutan Meluas, Spanyol Umumkan Darurat Nasional
Jumat / 24-07-2026, 19:59 WIB
Waketum MUI Peringatkan Koruptor soal Azab dan Siksa Pedih Neraka
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Setelah 22 Tahun, Sandara Park Akhirnya Ciptakan Musik Sendiri
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
VW Sempat Kaji Mesin Bensin untuk ID. Buzz, Tapi Tak Muat
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Ketum MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Efek Juara Piala Dunia, Spanyol Ramai Diserbu Turis China
Jumat / 24-07-2026, 19:57 WIB
Polri Buka Suara soal Pelibatan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
KPK Terima Surat Kejagung untuk Supervisi Kasus Febrie Adriansyah
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Media Vietnam Bantah Klaim Herdman soal Jumlah Pemain Naturalisasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Perang AS vs Iran 5 Bulan, Trump Makin Frustrasi
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Ekspansi Netflix ke Iklan dan Olahraga Langsung Dinilai Bisa Melemahkan Merek
Jumat / 24-07-2026, 19:56 WIB
Bukan Cuma Soal Injeksi, Ini Rahasia di Balik Hasil Perawatan Estetika yang Terlihat Natural
Jumat / 24-07-2026, 19:42 WIB







