Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa militernya tidak mencegat satu pun rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel pada Senin (8/6/2026).

AS juga menyatakan tidak terlibat langsung dalam serangan balasan yang dilakukan Israel terhadap Iran, seperti dilansir dari Investor Daily.

>>> PT Unggul Indah Cahaya Tbk Cairkan Dividen Final Rp 1.447 per Saham

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan sejumlah roket ke wilayah utara Israel, memicu sirene peringatan udara di berbagai titik, termasuk kota pelabuhan Haifa.

Serangan tersebut merupakan balasan atas aksi militer Israel di pinggiran kota Beirut, Lebanon, beberapa waktu lalu.

Pasukan Pertahanan Israel kemudian mengumumkan serangan balik terhadap sejumlah target militer di Iran bagian tengah dan barat.

Iran merespons dengan serangan artileri intensif ke arah wilayah Israel.

>>> Warga Gugat Trump Terkait Laga UFC di Gedung Putih

Eskalasi militer ini memicu kekhawatiran global terhadap kelanjutan negosiasi damai antara AS dan Iran yang telah dirintis sejak akhir Februari 2026.

Konflik ini merupakan rentetan dari pertempuran yang dimulai pada 28 Februari 2026 akibat serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran.

Meskipun konflik terus membara, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan jalur komunikasi diplomatik dengan AS masih tetap terbuka.

>>> BGN Bantah Hoaks Penghentian Program Makan Bergizi Gratis

Kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata pada 7 April lalu yang ditindaklanjuti dengan pembicaraan di Islamabad, namun perundingan belum membuahkan hasil konkret.