Toyota dan Lexus belum menyerah pada ide menghadirkan sensasi mobil manual ke kendaraan listrik. Sebuah paten baru mengungkapkan sistem transmisi manual simulasi yang semakin realistis.

Paten tersebut mencakup pedal kopling, tuas persneling, dan bahkan fungsi launch control. Sistem ini dirancang untuk meniru pengalaman mengemudi mobil bertransmisi manual tradisional.

>>> Opel Konfirmasi Generasi Baru Astra dan Corsa Hadir Sebelum 2030

Sistem yang Bisa Mogok Palsu

Meskipun tidak ada mesin pembakaran atau gearbox sesungguhnya, sistem ini bisa membuat mobil berhenti jika pengemudi salah memindahkan gigi atau salah mengoperasikan kopling.

Software akan menghitung putaran mesin virtual dan menentukan apakah gigi yang dipilih sesuai.

Jika putaran terlalu rendah saat mulai berjalan, mesin virtual akan mati. Ini memberikan pengalaman yang lebih autentik bagi pengemudi.

Penyesuaian Berdasarkan Kemampuan Pengemudi

Paten juga menjelaskan teknologi yang dapat menilai kemampuan pengemudi dalam mengoperasikan transmisi manual. Pengemudi pemula mungkin mendapatkan bantuan hill-hold, sementara pengemudi mahir dibiarkan mengatasi sendiri.

>>> Kota Ini Buktikan Keselamatan Jalan Bisa Dicapai dengan Biaya Murah

Fitur launch control juga disertakan, memungkinkan pengemudi melepas kopling palsu untuk akselerasi yang lebih agresif.

Tahun lalu, asisten chief engineer Lexus Yasuyuki Terada mengungkapkan bahwa pertanyaan regulasi di beberapa negara masih menjadi kendala.

Di Inggris dan Jepang, pengemudi yang lulus ujian dengan mobil matik tidak diizinkan mengemudikan mobil manual. Pertanyaannya, apakah mereka diizinkan mengemudikan mobil dengan transmisi manual palsu?

>>> Toyota Luncurkan GR Go-Kart Termurah, Hanya Rp40 Jutaan

Belum jelas apakah Toyota akan memproduksi sistem ini secara massal. Namun, paten ini menunjukkan bahwa Toyota serius menghadirkan nuansa klasik pada mobil listrik.