Israel kemudian membalas dengan mengincar sejumlah sistem pertahanan strategis milik Iran, sehingga memicu kekhawatiran global terhadap kelangsungan gencatan senjata.

Terkait situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan bahwa Iran dan Israel sebenarnya masih mengupayakan perdamaian.

>>> Kapan Drakor Doctor on the Edge Episode 5-6 Tayag? Berikut Jadwal, Spoiler dan Link di TVN bukan LK21: Ungkap Masa Lalu Do Ji Ui dan Rahasia Ha Ri

Trump menjelaskan bahwa proses negosiasi tetap berjalan walau kedua belah pihak masih terlibat aksi saling serang.

Pihak Kementerian Luar Negeri Iran kemudian menyatakan bahwa operasi militer terhadap Israel telah dihentikan.

Kendati demikian, Teheran memberikan peringatan keras akan kembali bertindak jika Israel melanjutkan serangan ke wilayah Lebanon.

Ketegangan politik di Timur Tengah berimbas langsung pada komoditas energi karena kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan merangkak naik sebesar 0,84% menjadi US$ 91,30 per barel.

Kenaikan harga yang lebih tinggi terjadi pada minyak mentah jenis Brent.

Komoditas acuan internasional ini menguat sebesar 1,25% dan menyentuh level US$ 94,25 per barel pada penutupan perdagangan.

Direktur Investasi US Bank Asset Management William Northey menjelaskan bahwa pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh kalkulasi risiko geopolitik dan kekuatan ekonomi domestik Amerika Serikat.

Menurutnya, daya beli masyarakat dan laba korporasi masih menjadi fondasi utama optimisme investor.

"Meski demikian, konflik yang berkepanjangan berpotensi memicu tekanan inflasi yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi global," jelas William Northey.

Fokus Pasar dan Rencana IPO Jumbo SpaceX

Arah kebijakan suku bunga The Fed juga menjadi fokus para pelaku pasar yang kini sedang menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat terbaru.